periskop.id - PT Mega Global Food Industry (Kokola Group), produsen FMCG biskuit dan wafer asal Indonesia berhasil mengekspor produknya ke lebih dari 55 negara, dengan pasar utama meliputi Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina. Selain itu, Kokola juga telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 mitra supermarket di berbagai negara.

‎Direktur PT Mega Global Food Industry (Kokola Group), Richard Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah dan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, khususnya melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dalam mendukung aktivitas ekspor perusahaan.

‎“Kami sangat bersyukur atas dukungan Pemerintah dari berbagai sisi, mulai dari LPEI, ‎Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Bea Cukai. Berkat dukungan tersebut, saat ini kami telah berhasil menembus pasar ekspor ke 55 negara,” ujar Richard saat media briefing, Gresik, Jawa Timur, Jumat (17/4). 

‎Richard menekankan bahwa akses terhadap pembiayaan yang kompetitif menjadi faktor krusial dalam kegiatan ekspor. Dalam hal ini, program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) dari LPEI dinilai berperan penting dalam menyediakan pembiayaan, baik pada tahap awal maupun akhir proses ekspor.

‎Selain pembiayaan, fasilitas penjaminan yang diberikan juga meningkatkan rasa aman bagi perusahaan dalam menjalankan ekspansi pasar. Hal ini membuat tim ekspor lebih percaya diri untuk memperluas jangkauan dan menembus pasar global yang lebih luas.

‎Melalui kolaborasi dengan LPEI, Kokola memperoleh sejumlah dukungan strategis, antara lain penguatan struktur finansial, peningkatan daya saing biaya (cost leadership), stabilitas rantai pasok, serta akselerasi pertumbuhan ekspor.

‎“Selain itu, adanya fasilitas penjaminan juga memberikan rasa aman bagi kami. Dengan ‎dukungan tersebut, tim ekspor menjadi lebih percaya diri dan tidak ragu untuk memperluas ‎pasar serta menembus pasar ekspor global,” terang Richard.