periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan potensi penghematan anggaran Program Makan Bergizi Gratis sama sekali tidak akan memotong jatah pangan para penerima manfaat. Rencana efisiensi kementerian murni menyasar pembelanjaan pendukung operasional yang dinilai kurang mendesak.

​"Yang jelas MBG programnya bagus tapi kita ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan itu. Yang lain-lain," jelasnya dalam media briefing di Jakarta, Jumat (6/3).

​Pemerintah tengah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga energi global ini berpotensi memperlebar jurang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

​Kementerian Keuangan telah melakukan berbagai simulasi pembengkakan anggaran negara. Perhitungan ini merespons eskalasi ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah serta ancaman gangguan jalur perdagangan Selat Hormuz.

​Angka defisit fiskal bisa menembus batas aman jika rata-rata harga minyak global menetap pada kisaran tinggi. Pemangkasan sebagian alokasi program nasional menjadi salah satu opsi penyelamatan struktur keuangan negara.

​"Kita sudah exercise kalau harga minyak US$92 (per barel) selama setahun rata-rata. Karena BBMnya setahun. Maka defisitnya jadi 3,6% lebih tadi. Kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi. Bisa dengan yang lain gak? Bisa penghematan dimana? Misalnya penghematan di MBG," katanya.

​Pengurangan dana secara spesifik hanya menargetkan pembelian fasilitas pendukung operasional lapangan. Pengadaan kendaraan transportasi maupun perangkat elektronik tertentu masuk dalam radar utama efisiensi kementerian.

​Purbaya menjamin komitmen penuh pemerintah terhadap tujuan utama pemenuhan gizi anak bangsa. Alokasi dana pembelian bahan baku makanan bagi masyarakat dipastikan tetap utuh seratus persen.

​"Enggak. Ada kemungkinan anggaran MBG dianjurkan (pemangkasan) adalah yang gak terlalu penting. Tapi yang untuk makanan kita gak akan gantung sama sekali. Kita akan dukung sama sekali. Dan ini bukan berarti saya akan mengambilnya. Tapi ini kan potensi mana gitu," tutupnya.

​Opsi pemangkasan ini masih berstatus sebagai rencana mitigasi cadangan. Pemerintah akan terus memantau pergerakan harga minyak dunia sebelum mengambil keputusan eksekusi pemotongan anggaran secara final.