periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menyoroti penyusutan kelas menengah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sebagai sinyal adanya masalah struktural dalam perekonomian nasional. Pemerintah pun mendorong transformasi ekonomi melalui industrialisasi guna menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas.
Dalam diskusi bersama ekonom dan jurnalis, Prabowo mengakui bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil di kisaran 5%, kondisi tersebut belum sepenuhnya mampu meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat.
“Kita bangga pertumbuhan 5%, tapi ternyata orang miskin masih ada, kelas menengah malah turun. Berarti ada sesuatu yang salah dengan sistem,” ujarnya, dikutip Jumat (20/3).
Data menunjukkan bahwa dalam periode 2019 hingga 2024, jumlah kelas menengah mengalami penurunan. Di sisi lain, sebagian besar lapangan kerja baru yang tercipta justru bersifat informal dengan tingkat pendapatan yang relatif rendah.
Prabowo juga menyoroti fenomena meningkatnya pengangguran di kalangan tenaga kerja terdidik, seperti lulusan universitas dan sekolah menengah. Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi.
“Yang menganggur sekarang justru yang terdidik. Ini problem baru, bukan hanya di Indonesia, tapi di banyak negara,” kata dia.
Sebagai solusi, pemerintah mendorong percepatan industrialisasi berbasis hilirisasi sumber daya alam. Langkah ini diyakini dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih layak (decent jobs), terutama bagi tenaga kerja terampil dan terdidik.
“Kalau kita hanya ekspor bahan mentah, kita tidak akan pernah menciptakan pekerjaan yang berkualitas. Kita harus olah di dalam negeri,” tegas Prabowo.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan peta jalan pengembangan industri melalui konsep “pohon industri” untuk berbagai komoditas strategis, mulai dari kelapa, mineral, hingga produk turunan lainnya.
Selain itu, penguatan sektor pendidikan, khususnya di bidang sains dan teknologi (STEM), juga menjadi fokus untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Dengan kombinasi kebijakan industrialisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah berharap dapat memperkuat kembali kelas menengah sekaligus mengurangi ketimpangan ekonomi di Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar