periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh World Bank atau Bank Dunia. Lembaga tersebut memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi tanah air di kisaran 4,7%.
Menurut Airlangga, penurunan proyeksi tersebut merupakan hal yang wajar di tengah ketidakpastian global, terutama akibat konflik geopolitik yang berdampak luas terhadap berbagai negara.
"Ya kan berbagai, dengan situasi perang kan ya mereka semua menurunkan di berbagai wilayah. Tapi kalau kita lihat angka itu juga masih di atas pertumbuhan global rata-rata. Pertumbuhan global rata-rata kan di 3,4%," kata Airlangga kepada media, dikutip Jumat (10/4).
Airlangga tetap optimistis terhadap kinerja ekonomi domestik. Dia menilai hasil pertumbuhan pada kuartal I 2026 akan menjadi indikator penting dalam melihat arah ekonomi ke depan.
"Tapi kalau Indonesia sendiri optimis, karena nanti di Q1 lihat aja hasilnya seperti apa," tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa proyeksi World Bank merupakan estimasi yang memiliki metodologi masing-masing, dan tidak jarang realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia melampaui perkiraan tersebut.
"Ya kan masalah proyeksi kan mereka punya perkiraan tersendiri. Tetapi kan dalam berbagai hal kita sering hasilnya lebih baik daripada prediksi mereka," jelasnya.
Selain itu, Bank Dunia memberikan beberapa usulan terhadap pemerinta Indonesia salah satunya terkait kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan ekosistem digital. Menurutnya, pemerintah juga terus mendorong penguatan ekonomi melalui pengembangan sektor teknologi.
Airlangga bilang, berbagai kerja sama dengan pelaku industri global juga terus dilakukan guna menarik investasi, termasuk di sektor pusat data (data center) dan pengembangan talenta digital.
"Kita sendiri sebetulnya sudah lebih agresif. Dengan bekerja sama dengan Arms itu kan ekosistem yang lebih luas. Dan dengan itu berbagai industri datang ke Indonesia. Termasuk tadi Intel, kemudian beberapa industri maupun pendidikan untuk ekosistem daripada digital talent," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar