Periskop.id - Masjid Istiqlal Jakarta disebut telah menjadi salah satu model penyelenggaraan ibadah kurban modern di Asia Tenggara. Selain memiliki sistem penyembelihan berstandar higienis dan ramah lingkungan, masjid terbesar di kawasan tersebut kini juga menerapkan distribusi daging kurban berbasis data untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan pengelolaan Iduladha di Istiqlal selama ini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat Indonesia, tetapi juga lembaga-lembaga kemasjidan di kawasan Asia Tenggara.

Advertisement

“Iduladha di Istiqlal memiliki standar tersendiri karena menjadi model bagi masyarakat Indonesia, bahkan Asia Tenggara,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/5).

Menurut Nasaruddin, Masjid Istiqlal terus membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga keagamaan regional, termasuk dalam pengembangan tata kelola masjid yang modern, bersih, dan berkelanjutan.

Salah satu aspek yang menjadi sorotan internasional adalah sistem pengelolaan lingkungan di kawasan Masjid Istiqlal. Menurut dia, air bekas wudu tidak langsung dibuang ke saluran kota, melainkan diproses melalui sistem daur ulang untuk kembali dimanfaatkan.

“Air wudu di Istiqlal tidak langsung terbuang ke saluran kota, tetapi masuk ke sistem recycle dan digunakan kembali,” kata dia.

Atas inovasi pengelolaan tersebut, Masjid Istiqlal sebelumnya memperoleh penghargaan internasional dari lembaga di Washington D.C karena dinilai berhasil menerapkan sistem rumah ibadah yang efektif, efisien, bersih, dan tertib.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama dan harus terus dijaga,” serunya. 

Tidak hanya dari sisi lingkungan, pengelolaan kurban di Masjid Istiqlal juga didukung fasilitas penyembelihan modern berkapasitas besar. Dalam satu hari, proses penyembelihan disebut mampu mencapai hingga 200 ekor hewan kurban dengan beberapa titik pemotongan yang berjalan secara bersamaan.

Nasaruddin memastikan seluruh juru sembelih halal di Istiqlal telah memiliki sertifikasi resmi sehingga proses penyembelihan sesuai standar syariat Islam dan keamanan pangan.

“Kemudian panitianya itu nanti pakaian seragam semuanya, jadi bisa kita tandai bahwa ini legal, ini tidak legal. Kemudian juga pokoknya salah satu tempat penyembelihan yang terbaik di Jakarta itu adalah di Istiqlal,” kata dia.

Tepat Sasaran
Dalam pelaksanaan Iduladha tahun ini, Masjid Istiqlal juga menerapkan sistem distribusi berbasis data atau by name by address agar daging kurban benar-benar diterima kelompok masyarakat rentan dan membutuhkan.

“Insya Allah tidak akan ada satu bentuk pemberian kepada yang tidak tepat karena kita sudah daftar by name by address,” ujar Nasaruddin Umar.

Penyaluran daging kurban nantinya tidak dilakukan langsung di area Masjid Istiqlal, melainkan melalui jaringan masjid binaan, pondok pesantren, panti asuhan, perguruan tinggi, majelis taklim, hingga organisasi masyarakat Islam.

Menurut Menag, sistem tersebut diterapkan agar manfaat kurban dapat menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

“Daging-daging hewan itu nanti diberikan kepada mereka yang sangat membutuhkan. Banyak warga masyarakat kita di Indonesia ini mungkin sulit mendapatkan daging atau mengonsumsinya,” cetusnya. 

Selain distribusi, aspek kebersihan dan pengelolaan limbah juga menjadi perhatian utama. Nasaruddin menegaskan seluruh limbah penyembelihan akan ditangani secara terintegrasi agar tidak mencemari lingkungan maupun aliran sungai di sekitar masjid.

“Insya Allah tidak akan ada pencemaran, tidak ada setetes darah hewan mengalir ke sungai,” ujar Menag.

Ia menjelaskan, fasilitas penyembelihan di Istiqlal memang telah dirancang sejak awal pembangunan masjid oleh Presiden pertama RI Soekarno, termasuk sistem sanitasi dan area pengolahan hewan kurban.

“Di Istiqlal tempat pemotongannya ini memang dirancang sejak awal oleh Bung Karno yang sebagai seorang engineer jangan hanya membangun masjidnya tetapi seluruh fasilitas yang berkaitan dengan masjid juga harus disiapkan termasuk (fasilitas) penyembelihan,” kata Menag.

Pengelolaan kurban modern yang diterapkan Masjid Istiqlal dinilai sejalan dengan program ekoteologi Kementerian Agama yang mendorong rumah ibadah menjadi pusat edukasi lingkungan, kebersihan, dan keberlanjutan sosial di tengah masyarakat.