periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menampik pernyataan ekonom yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III dan IV tidak akan tumbuh di atas 5%.

‎Dia menilai pandangan tersebut belum memperhitungkan strategi pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan, khususnya melalui penguatan sektor swasta dan sektor riil. 

Purbaya menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah, melainkan sebagian besar berasal dari aktivitas swasta yang porsinya mencapai sekitar 90% terhadap perekonomian nasional.

‎"Mereka tidak tahu strategi ekonomi saya seperti apa. Walaupun kemarin cuma belanja pemerintah saja yang tumbuh, tidak akan sampai 5,61%. Kenapa? ‎90% kan swasta," ujar Purbaya kepada media, Jakarta, Selasa (12/6). 

‎Untuk menjaga pertumbuhan pada semester II, pemerintah disebut akan memperkuat dukungan terhadap sektor riil melalui berbagai insentif dan kemudahan pembiayaan. Salah satunya dengan melanjutkan insentif kendaraan listrik, baik mobil maupun motor listrik.

‎Selain itu, pihaknya juga akan memperluas akses pendanaan bagi industri berorientasi ekspor seperti tekstil, furnitur, dan alas kaki. Purbaya mengatakan pihaknya segera menggelar rapat lanjutan dengan pelaku industri guna memastikan dunia usaha memperoleh pembiayaan yang lebih murah dan mudah diakses.

‎"Jadi ada tetap dorongan ke sektor riil. Kalau dari kita ya akan kasih insentif di mobil listrik, motor listrik. Nanti akan perbaikin tadi akses kependanaan seperti apa," terang dia. 

‎Ia menambahkan, pemerintah juga dapat memanfaatkan dukungan pembiayaan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk memperkuat ekspansi sektor ekspor nasional. ‎Purbaya optimistis berbagai langkah tersebut mampu menjaga akselerasi ekonomi nasional pada kuartal III dan IV.

‎"Saya bisa masuk lewat lembaga penjamin ekspor Indonesia. Di situ uangnya juga banyak, sebagian nganggur selama ini rupanya. Di kuartal III dan IV akan di atas 5,5% kan? Saya mendorong ke 6% kan? Makanya kemarin itu agak sakit. Jadi kita sudah sembuh supaya kita bisa gerak lebih cepat lagi," terangnya. 

‎Menurut dia, strategi pemerintah tidak semata mengandalkan stimulus fiskal, tetapi juga memastikan sektor keuangan dan perbankan lebih aktif mendukung dunia usaha. Pemerintah akan mendorong kemudahan akses kredit bagi sektor riil agar pertumbuhan ekonomi dapat bergerak lebih cepat dan merata.

‎Ia menegaskan pendekatan yang dilakukan bukan dengan memaksa perbankan menyalurkan kredit, melainkan memastikan mekanisme pasar dan sektor finansial berjalan optimal untuk menopang ekspansi ekonomi nasional.

‎"Kita akan pastikan sektor swasta bekerja dengan baik. Bukanlah stimulus saja, ada berbagai cara. Antara yang misalnya kita paksakan perbankan kerja. ‎Artinya apa? Dia memberikan kemudahan akses ke real sektor. Apalagi kan sekarang banknya punya danantara ‎Satu komando kan? Kalau diperlukan kita usulkan kebijakan ke arah sana. Tapi bukan itu saja," tutup Purbaya.