periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah pihak swasta untuk menelusuri aset jam tangan mewah milik Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memaparkan penyidik memeriksa perwakilan swasta Ida Bagus Agungbajarapany dan Manajer Butik INTime Senayan City pada Senin (25/5). KPK menggali keterangan para saksi terkait transaksi barang mewah tersebut.
"Saksi didalami soal dugaan pembelian jam tangan mewah oleh tersangka FAR (Fadia Arafiq)," tegas Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Pusat.
Penelusuran aset tersebut berakar dari temuan penyidik saat operasi tangkap tangan (OTT). Tim KPK berhasil mengamankan sembilan kotak jam tangan mewah bermerek Rolex.
Namun, penyidik menemukan kejanggalan karena sebagian besar kotak tersebut ditemukan dalam kondisi kosong. KPK langsung menggunakan nota pembelian (invoice) di dalam kotak untuk mengonfirmasi transaksi penjualan kepada pengelola butik.
"Dari sembilan boks jam mewah, tidak semuanya ada unit jamnya. Tentu ini masih akan terus ditelusuri keberadaan dari jam-jam tersebut," jelas Budi.
Budi memperkirakan harga per unit jam tangan merek Rolex tersebut mencapai nominal ratusan juta rupiah. KPK menegaskan pelacakan unit jam tangan ini sangat krusial untuk memaksimalkan pengembalian kerugian keuangan negara (asset recovery).
Kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing tahun 2023–2026 menyeret Fadia sebagai tersangka tunggal. Fadia terbukti memaksa 17 perangkat daerah dan tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk memenangkan PT RNB.
Fadia sengaja membocorkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) agar PT RNB yang berstatus perusahaan keluarga bisa memenangkan tender senilai Rp46 miliar.
Penyidikan mengungkap hanya Rp22 miliar dari nilai kontrak yang dialokasikan untuk gaji pegawai. Sebanyak Rp19 miliar atau 40 persen sisa anggaran diduga mengalir kepada keluarga bupati.
Fadia secara spesifik terindikasi menikmati aliran dana sebesar Rp5,5 miliar. Seluruh aliran dana hasil proyek ini dikelola langsung oleh Fadia dan didokumentasikan lewat grup WhatsApp bernama "Belanja RSUD".
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar