periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada April 2026 sebesar 125,24 atau turun 0,09% dibandingkan Maret 2026.

Penurunan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,16%, lebih rendah dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang naik 0,24%.

“Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,16% lebih rendah dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,24%,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, Senin (4/5).

BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional pada April 2026 sebesar 130,30 atau turun 0,47% dibandingkan bulan sebelumnya. Dari sisi harga, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada April 2026 mengalami kenaikan 0,06%. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok transportasi.

“Pada April 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,06%. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi pada kelompok transportasi,” ungkap Ateng.

Dari sisi subsektor, hortikultura menjadi yang mengalami penurunan terdalam dengan NTP turun 5,31%. Penurunan ini dipicu oleh turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 4,99% dan kenaikan indeks harga yang dibayar sebesar 0,33%.

Komoditas hortikultura yang memberikan tekanan antara lain cabai rawit, cabai merah, kol atau kubis, dan bawang merah. Selain itu, subsektor peternakan serta perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya, juga mengalami penurunan NTP.

Sementara itu, subsektor tanaman pangan naik 0,43% dan tanaman perkebunan rakyat meningkat 1,62% pada April 2026.

Dari sisi harga beras, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan tercatat sebesar Rp14.585 per kg atau naik 0,78% dibanding bulan sebelumnya. Sementara beras kualitas medium di penggilingan tercatat Rp13.298 per kg atau naik 0,27%.

Secara keseluruhan, pergerakan NTP April 2026 mencerminkan tekanan biaya produksi dan konsumsi rumah tangga petani yang masih meningkat di tengah kenaikan harga beberapa komoditas pangan dan transportasi.