periskop.id - Menteri Keuangan mengungkapkan rencana pemerintah menerbitkan instrumen surat utang Panda Bond di pasar modal China demi menekan tingkat ketergantungan negara terhadap dolar Amerika Serikat.
Rencana diversifikasi pembiayaan luar negeri ini disampaikan langsung oleh bendahara negara tersebut usai rapat bersama Presiden di Jakarta, Selasa (5/5).
"Kami juga akan memberikan bond, Panda Bond di China dengan bunga yang lebih rendah," katanya.
Penerbitan surat utang berdenominasi yuan ini menjadi siasat taktis otoritas fiskal dalam meredam tingginya dominasi dolar di pasar domestik.
Langkah strategis ini diyakini sangat ampuh membantu memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah kuatnya sentimen ketidakpastian global saat ini.
Pemerintah menargetkan skema ini mampu menciptakan variasi instrumen sumber pendanaan negara yang jauh lebih sehat.
"Sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi, jadi diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan," ujarnya.
Menteri Keuangan memastikan prospek perekonomian maupun postur fiskal nasional tetap berada pada jalur sangat positif meski terjadi gejolak pelemahan kurs sesaat.
Ia secara khusus meminta seluruh lapisan masyarakat beserta para pelaku pasar modal untuk tidak perlu merasa panik menghadapi situasi ini.
"Jadi prospek kita bagus, teman-teman semua enggak usah takut," ucapnya.
Bendahara negara ini memungkas penjelasannya dengan membawa pesan optimisme langsung dari Presiden terkait kemampuan daya tahan finansial pemerintah.
Pesan tersebut secara lugas menjamin tingginya kecukupan ketersediaan kas negara dalam menghadapi berbagai potensi tekanan ekonomi.
"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, sampaikan pesan uang saya cukup, duitnya banyak jadi Anda enggak usah takut," tegasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar