periskop.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak ekonomi nyata bagi puluhan ribu pelaku usaha di berbagai daerah.

Program unggulan pemerintah ini secara aktif melibatkan UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku utama untuk memenuhi kebutuhan operasional dapur umum.

"Sekarang sudah kurang lebih sekitar 57.600 UMKM yang masuk dalam rantai pasok sebagai supplier di MBG," ujar Maman dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (18/5).

Jumlah keterlibatan pelaku usaha ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan data laporan sebelumnya yang baru mencatat sekitar 18.000 UMKM. Kenaikan tersebut sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur unit pelayanan atau dapur umum di tingkat akar rumput.

Integrasi pelaku usaha kecil ke dalam ekosistem program nasional ini merupakan bagian dari kebijakan afirmasi pemerintah. Tujuannya adalah untuk memastikan anggaran negara yang digelontorkan melalui program MBG dapat berputar dan menghidupkan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Kementerian UMKM berkomitmen untuk terus mengawal standarisasi produk serta mempermudah akses UMKM daerah agar bisa lolos verifikasi sebagai pemasok resmi program tersebut.

"Ini akan terus ter-updating sesuai dengan pembangunan dari dapur umum yang sekarang sedang berjalan," pungkas Maman.