periskop.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengalokasikan dana senilai Rp1,2 triliun untuk memulihkan roda ekonomi pelaku UMKM yang terdampak bencana alam di Pulau Sumatera.
Penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) Usaha Mikro ini secara spesifik menargetkan 200 ribu pelaku usaha di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh selama dua tahun ke depan.
"Dialokasikan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta untuk 200 ribu usaha mikro di tiga wilayah dengan total pagu kurang lebih sekitar Rp1,2 triliun untuk dua tahun," ujar Maman dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (18/5).
Maman merinci, kucuran dana hibah sebesar Rp3 juta per orang ini difokuskan bagi pelaku usaha mikro yang belum tersentuh oleh akses pembiayaan perbankan formal. Bantuan modal langsung ini diharapkan menjadi pemicu agar mereka dapat kembali berproduksi.
Bagi pelaku usaha yang sebelumnya sudah memiliki pinjaman perbankan (KUR maupun komersial), pemerintah mengambil pendekatan berbeda. Kementerian UMKM telah memfasilitasi relaksasi kredit, mulai dari penundaan pembayaran cicilan (grace period) hingga pemutihan utang, bergantung pada tingkat kerusakan usaha.
Meski intervensi telah dilakukan, kementerian menyoroti lambatnya laju pemulihan ekonomi pascabencana khusus di wilayah Aceh.
Penjualan daring produk UMKM Aceh tercatat hanya mencapai 87 ribu transaksi, tertinggal sangat jauh dari pencapaian Sumatera Utara (9,7 juta transaksi) dan Sumatera Barat (3 juta transaksi).
"Ini menunjukkan bahwa situasi di Aceh belum recovery secara total, karena transaksinya masih sangat kecil," pungkas Maman.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar