periskop.id - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri resmi mengajukan permohonan penerbitan Red Notice Interpol terhadap gembong narkoba internasional, Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji. Langkah ini diambil untuk memburu penyuplai utama sabu bagi jaringan Andre Fernando alias "The Doctor" yang diduga bersembunyi di luar negeri.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa Lukmanul Hakim merupakan warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh yang berperan sebagai pengendali peredaran narkotika jaringan Malaysia–Indonesia.

“Mengajukan permohonan penerbitan Red Notice melalui Divhubinter Polri terhadap DPO Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji,” kata Eko dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5).

Berdasarkan hasil penyidikan, Lukmanul Hakim diketahui melakukan berbagai upaya ekstrem untuk melarikan diri dari jeratan hukum. Ia diduga menjalani operasi plastik pada wajahnya untuk mengecoh petugas.

Selain itu, pria yang tinggal di Malaysia ini diduga telah berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Saint Kitts and Nevis, sebuah negara kepulauan di Karibia.

“Lukmanul Hakim diduga telah melakukan operasi plastik pada bagian wajah sehingga terdapat perbedaan dengan foto yang ditunjukkan penyidik,” ujar Eko.

Tersangka juga masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Badan Narkotika Nasional (BNN) RI terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) narkotika. Keterkaitan Lukmanul terungkap dari keterangan Andre "The Doctor" yang mengaku mendapatkan pasokan sabu lima kilogram darinya untuk diedarkan kembali oleh bandar Koko Erwin.

Kepolisian turut mengendus aliran dana besar dari sindikat ini. Hasil analisis transaksi perbankan terhadap empat rekening penampungan milik jaringan Lukmanul Hakim menemukan perputaran uang sangat besar selama periode Desember 2018 hingga Maret 2026. Volume transaksi mencapai 14.961 kali dengan total nilai Rp464.144.761.398,46.

Sebagai tindak lanjut, Polri melakukan koordinasi police-to-police dengan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM). Selain itu, Dittipidnarkoba bekerja sama dengan Pusident Bareskrim Polri untuk menyebarkan daftar DPO terbaru yang memuat sketsa wajah dugaan hasil operasi plastik Lukmanul Hakim.

Sebelumnya, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil memulangkan buronan pemasok sabu kelas kakap, Andre Fernando alias Charlie alias "The Doctor". Penyuplai narkoba kepada bandar Koko Erwin ini tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (6/4) malam untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kepala Satgas Network Inspection Center (NIC) Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol. Kevin Leuleury, menegaskan peran sentral tersangka dalam peta peredaran narkotika di tanah air.

“Andre alias 'The Doctor' merupakan penyuplai dari dua jaringan di Indonesia. Pertama, jaringan NTB yang sudah kita tangkap, Koko Erwin, dan kedua jaringan White Rabbit di PIK maupun Gatot Subroto,” kata Kevin di Gedung Bareskrim Polri, Senin (6/4).