periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi pimpinan Bea Cukai yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.

‎Sebelumnya, Prabowo menyoroti kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang masih menjadi keluhan para pelaku usaha. Kepala Negara meminta institusi tersebut melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) dan memangkas birokrasi yang dinilai menghambat aktivitas ekonomi.

‎Menanggapi hal itu, Purbaya menegaskan akan menjalankan arahan Presiden apabila memang terdapat instruksi resmi untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran terkait.

‎"Tadi kalau kerjanya nggak bener, suruh copot aja? (Iya) Nanti kita lihat ya," ujar Purbaya kepada media, Jakarta, Rabu (20/5) .

‎Saat ditanya mengenai penilaiannya terhadap kinerja Dirjen Bea dan Cukai saat ini, Purbaya hanya merespons dengan senyuman dan tawa singkat tanpa memberikan jawaban lebih lanjut.

‎Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola pelayanan kepabeanan dan cukai guna menciptakan iklim usaha yang lebih sehat, transparan, dan efisien.

‎"Kalau itu perintah, saya akan kerjakan, saya nggak bisa kalo nggak ada perintah. ‎Tapi saya akan cek dulu ya," tuturnya.