banner-sheroes-yoga
Ekonomi

Bos BI Laporkan Inflasi IHK Per April 2026 Tetap Rendah Jadi 2,42%

Inflasi April 2026 turun ke 2,42% yoy. BI waspadai dampak gejolak global terhadap harga energi dan komoditas ke depan.

Rekrutmen PKWT Bank Indonesia Dibuka, Ini Syarat, Posisi, dan Link Daftarnya
Logo Bank Indonesia (BI) Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2026 tercatat sebesar 2,42% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,48% (yoy).

‎"IHK terjaga rendah dan ke depan perlu terus dikendalikan dari dampak memburuknya gejolak global agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG, Rabu (20/5). 

‎Perry merincikan untuk inflasi inti turun menjadi 2,44% secara tahunan (yoy) didukung konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga ekspektasi inflasi. 

‎Inflasi kelompok administered prices (AP) menurun menjadi 1,53% (yoy) seiring berakhirnya base effect dari kebijakan diskon tarif listrik pada 2025 serta minimnya perubahan harga yang diatur Pemerintah. 

‎Sedangkan inflasi kelompok volatile food (VF) juga turun menjadi 3,37% (yoy) dipengaruhi oleh berlangsungnya panen raya di daerah sentra produksi dan terjaganya pasokan pangan di berbagai daerah. 

‎"Ke depan, melonjak tingginya harga minyak dan kenaikan harga komoditas lainnya akibat gejolak global dapat berdampak pada kenaikan harga-harga dan tekanan inflasi di dalam negeri," tuturnya. 

‎Di samping kenaikan harga-harga impor (imported inflation), tekanan inflasi dapat berasal dari kenaikan harga-harga yang diatur Pemerintah (adminstered prices), termasuk kenaikan harga energi non-subsidi.  

‎Karenanya, di samping stabilisasi nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter guna menjaga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027. 

‎"Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui penguatan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS)," tutup Perry. 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Bank Indonesia (BI), inflasi, IHK, dan RDG BI dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.