periskop.id - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta pemerintah beserta seluruh otoritas terkait mengambil langkah serius mengendalikan pelemahan nilai tukar rupiah.
Kondisi pasar saat ini menurutnya memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi agar dampaknya tidak meluas ke perekonomian nasional.
“Tentu saya yakin pemerintah dalam hal ini kementerian-kementerian terkait sudah dan akan terus berupaya untuk bisa mencegah agar tren turunnya nilai tukar rupiah ini tidak semakin dalam,” kata Saan.
Pernyataan tersebut merespons kondisi mata uang garuda yang telah menembus level Rp18.000 per dolar AS. Koreksi tajam juga menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sempat memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Legislator Fraksi Partai NasDem tersebut menilai stabilitas nilai tukar menjadi faktor penting. Indikator ini krusial untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus iklim investasi.
Langkah pengendalian dari pemerintah diharapkan memberi sinyal positif kepada pelaku usaha maupun investor. Tantangan saat ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.
Seluruh otoritas pemilik kewenangan sektor fiskal, moneter, serta keuangan harus memperkuat koordinasi. Sinergi ini dibutuhkan demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Pemerintah harus terus bisa mengendalikan pada posisi seperti yang memang kita harapkan bersama,” katanya.
Saan mengingatkan pemerintah telah menetapkan target nilai tukar rupiah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027.
Patokan target tersebut berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
Pelemahan saat ini harus menjadi perhatian serius. Penanganan yang tepat krusial agar target masa depan tetap tercapai.
“Di kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2027, pemerintah sudah mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar di kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500. Tentu untuk bisa mewujudkan itu, apa yang terjadi hari ini harus benar-benar ditangani secara serius,” tegasnya.
Keberhasilan menjaga stabilitas mata uang tidak hanya berdampak pada sektor keuangan. Sektor ini memengaruhi kepastian dunia usaha, investasi, hingga daya beli masyarakat.
Langkah mitigasi harus berjalan secara komprehensif sekaligus berkelanjutan. DPR akan terus mencermati perkembangan kondisi ekonomi nasional.
Parlemen juga mendukung berbagai kebijakan penjaga stabilitas sektor keuangan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tetap positif.
“Kami berharap seluruh otoritas yang memang bertanggung jawab terkait penanganan itu bisa bekerja secara optimal sehingga kondisi ekonomi tetap kondusif dan kepercayaan publik maupun investor tetap terjaga,” ucapnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar