periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) tidak mempersoalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai beban fiskal negara. Pernyataan itu ia sampaikan merujuk langsung pada pertemuannya dengan pihak S&P.

Purbaya menguraikan, sorotan S&P selama ini bukan pada program-program prioritas pemerintah, melainkan pada sentimen negatif yang beredar di pasar keuangan. Fondasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ia tegaskan, tidak bermasalah.

Advertisement

“S&P terakhir, dia tidak meributkan itu (MBG),” ungkap Purbaya dalam keterangannya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)/MPR, Jakarta, Sabtu (6/6).

Menurut Purbaya, kekhawatiran S&P lebih tertuju pada persepsi pelaku pasar yang cenderung negatif. Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil fiskal pemerintah.

“Sebetulnya cuma dia meributkan sentimen, mempertanyakan atau mengkhawatirkan sentimen negatif yang ada di market. Itu saja. Tapi kalau fondasinya, tidak ada masalah,” jelasnya.

Program-program andalan Presiden Prabowo Subianto, termasuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), disebut Purbaya sudah masuk dalam perhitungan fiskal pemerintah. Ia meyakini defisit APBN tetap bisa dijaga di kisaran 2–3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Program-program itu (MBG dan KDMP) tidak dipertanyakan, karena kita bisa yakinkan bahwa dengan program itu pun, defisit bisa kita pertahankan di 2–3%. Dan kalau terdesak misalnya ada penilaian yang tinggi, itu bisa dikendalikan sesuai kebutuhan,” papar Purbaya.

Purbaya juga menekankan MBG bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan anggaran. Anggapan bahwa program tersebut kaku secara fiskal, menurutnya, sudah diluruskan langsung kepada pihak S&P.

S&P merupakan salah satu dari tiga lembaga pemeringkat kredit terbesar di dunia. Penilaian lembaga ini kerap menjadi acuan investor global dalam mengukur risiko fiskal suatu negara, termasuk Indonesia.

“Jadi tadinya dianggap MBG tidak fleksibel, yang lain tidak fleksibel. Saya jelaskan ke S&P, yang ini bisa di-adjust, yang itu bisa di-adjust. Jadi tidak perlu khawatir tentang kondisi fiskal kita,” pungkasnya.