Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan energi sejak tahun pertama pemerintahannya. Klaim itu ia sampaikan sebagai bukti konkret dari janji kemandirian bangsa yang selama ini digaungkannya.

Ia menegaskan, pencapaian tersebut bukan sekadar target di atas kertas. Menurutnya, Indonesia bahkan sudah mulai mengekspor pangan setelah sebelumnya bergantung pada impor.

"Kita sudah buktikan tahun pertama pemerintah yang saya pimpin kita sudah swasembada pangan saudara-saudara kalian. Kita tidak import pangan lagi. Kita ekspor," kata Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7).

Di sektor energi, Kepala Negara menyoroti peluncuran bahan bakar B50 yang baru saja dilakukan. Solar tersebut mengandung campuran 50% dari kelapa sawit, memanfaatkan potensi perkebunan sawit dan produksi minyak sawit dalam negeri.

Sejalan dengan peluncuran itu, pemerintah disebut sudah menghentikan pembelian solar dari luar negeri. Prabowo menegaskan langkah tersebut mulai berlaku sejak bulan ini.

"Mulai bulan ini kita tidak import lagi solar dari luar negeri," ujarnya.

Ambisi kemandirian energi tidak berhenti di solar sawit. Prabowo mengungkapkan, sejumlah profesor tengah mengembangkan bensin berbahan dasar kelapa sawit, serta etanol dari singkong, jagung, dan sorgum.

"Saya harap dalam tiga sampai empat tahun lagi kita nanti juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman," tuturnya.

Pengembangan bahan bakar nabati itu diproyeksikan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Prabowo menyebut, petani singkong, jagung, dan seluruh Indonesia bakal ikut merasakan manfaat ekonominya.

"Berarti petani singkong akan hidup makmur. Petani jagung akan hidup makmur. Petani-petani di seluruh Indonesia akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan untuk keluarganya sendiri," katanya.

Klaim swasembada pangan dan energi ini disampaikan Prabowo di tengah pidato yang lebih luas membahas kemandirian bangsa. Ia menyebut pangan dan energi sebagai dua elemen utama agar Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri, tanpa bergantung pada pihak luar.

"Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan, swasembada energi," pungkasnya.