periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
"Bapak Presiden kami laporkan bahwa ini adalah kondisi BBM kita sekarang. Jadi untuk pertalite RON 90 ini yang bensin subsidi, itu cadangan kitalah 24,39 hari melampaui batas minimal dari apa yang direncanakan oleh nasional kita. Kemudian pertamax RON 92 ini yang industri yang harga pasar, itu 28 hari. Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Pak," ujar Bahlil dalam agenda sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jumat (13/3).
Ia menegaskan, pemerintah terus melakukan monitoring dan koordinasi agar masyarakat tidak mengalami gangguan pasokan selama libur panjang. Selain bensin,dirinya memastikan stok pasokan solar juga hingga kini terpantau masih aman.
“Kemudian solar, untuk solar subsidi, itu kapasitas kita cadangan 16,41 hari, jadi melampaui juga batas minimal dari cadangan nasional,” imbuhnya.
Selain cadangan dalam negeri, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber impor. Bahlil menjelaskan, sebagian besar LPG impor berasal dari Amerika, 20% dari Middle East, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.
"Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman Bapak. Jadi total LPG kita dari 100%, 7,6 juta impor, itu 70-75% kita ambil dari Amerika. 20% dari Middle East, sisanya dari negara lain seperti Australia. Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain," beber Bahlil
Ia menerangkan dua kargo dari Australia dijadwalkan sudah tiba akhir pekan ini, dengan satu kargo lagi masuk pada tanggal 4 dan 8 Maret 2026.
"Pemerintah selalu melakukan siaga terus atas perintah Bapak Presiden untuk memastikan bahwa tanggal 28 bulan ini masuk dua kargo lagi Pak,” jelas Bahlil.
Bahlil juga menyoroti bahwa pemerintah sedang mengembangkan kilang dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor, khususnya untuk minyak mentah dan bensin. Refinery Development Master Plan (RTMP) yang sempat tertunda kini telah rampung, sehingga impor bensin dan solar dapat berkurang secara signifikan.
"Alhamdulillah RTMP kita yang kemarin 6 tahun nggak selesai-selesai di Balikpapan itu, Bapak sudah resmikan. Jadi ini juga mungkin Tuhan mengirim signal bahwa sebentar lagi akan terjadi perang, jadi RTMP kita selesaikan," terang Bahlil
Tak hanya soal itu, dirinya juga memastikan ketersediaan batu bara untuk PLTU aman, rata-rata 12 hari stok, sesuai standar minimal nasional. Pemerintah menegaskan orientasi untuk kebutuhan domestik ekspor baru dilakukan jika kebutuhan nasional tercukupi.
Dengan langkah-langkah ini, Bahlil memastikan seluruh kebutuhan energi strategis di Indonesia terpenuhi menjelang Hari Raya, termasuk mitigasi potensi bencana alam.
“Untuk menyangkut dengan BBM, LPG, maupun minyak tadi menjelang hari raya (Idulfitri 2026) dan ke depan, Insya Allah bisa kita atasi dengan komunikasi yang baik,” tegasnya menutup laporan.
Tinggalkan Komentar
Komentar