periskop.id - PT PLN (Persero) sukses menjaga keandalan pasokan listrik saat Salat Idulfitri di berbagai wilayah Indonesia. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan seluruh personel PLN siaga penuh untuk memastikan pasokan listrik tetap andal, terutama saat pelaksanaan Salat Idulfitri.
“Idulfitri adalah momen kebersamaan bagi masyarakat. Karena itu, seluruh insan PLN bekerja dengan penuh dedikasi menjaga layanan listrik tetap hadir bagi masyarakat, sehingga ibadah dan kebersamaan keluarga berlangsung dengan nyaman,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Selasa (24/3).
Darmawan menjelaskan keandalan pasokan listrik pada perayaan Idulfitri ditopang oleh kapasitas daya mampu pasok nasional sebesar 51,37 gigawatt (GW).
Sementara itu, beban puncak tercatat mencapai 34,77 GW, sehingga masih terdapat cadangan daya yang sangat mencukupi. Status siaga kelistrikan akan berlangsung hingga 31 Maret 2026, dengan seluruh elemen perusahaan berkomitmen menjaga sistem kelistrikan tetap beroperasi optimal.
Lebih lanjut, Darmawan menambahkan seluruh unit PLN telah melaporkan kondisi kelistrikan di berbagai lokasi prioritas dalam keadaan aman dan terkendali.
Sebanyak 4.429 lokasi prioritas, meliputi 2.044 tempat ibadah, 706 titik transportasi, 439 lokasi keramaian, 426 pusat perbelanjaan, dan 814 rumah sakit, menjadi fokus pengamanan pasokan listrik selama momentum Idulfitri.
“Lokasi-lokasi prioritas terpantau aman dan terkendali tanpa adanya gangguan kelistrikan. Kami terus melakukan pemantauan intensif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas pada momen Idulfitri dengan lancar,” tambahnya.
Dari Indonesia bagian timur, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sri Heny Purwanti, menyampaikan kondisi sistem kelistrikan di NTB selama Idulfitri berada dalam keadaan prima.
Pada sistem Lombok di Pulau Lombok, beban saat pelaksanaan Salat tercatat sebesar 326 megawatt (MW), sementara daya mampu sistem mencapai 380 MW dengan cadangan daya 54 MW.
Sementara itu, pada sistem Tambora di Pulau Sumbawa, beban puncak mencapai 139 MW dengan daya mampu 188 MW, sehingga tersedia cadangan daya sebesar 49 MW.
“Dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan NTB cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama perayaan Idulfitri, termasuk saat pelaksanaan Salat Idulfitri,” tutur Sri.
Hal senada disampaikan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), Iwan Soelistijono. Ia menegaskan sistem kelistrikan di wilayahnya beroperasi optimal pada momen Idulfitri.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah Kalselteng berjalan lancar. Sistem kelistrikan kami beroperasi optimal dan masih didukung cadangan daya memadai,” tegas Iwan.
Tinggalkan Komentar
Komentar