periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman meskipun terjadi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

‎Bahlil menyebutkan bahwa ketersediaan BBM saat ini masih berada di atas batas minimum yang dipersyaratkan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan energi.

‎Jadi, stok BBM kita insya Allah dalam kondisi yang aman. Standar minimal, minimum syarat," ucap Bahlil kepada media, Jakarta, dikutip Sabtu (28/3).

‎Selain BBM, pemerintah juga terus memantau ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG), mengingat sebagian besar kebutuhan nasional masih bergantung pada impor.

‎Menurut Bahlil, sekitar 70 persen pasokan LPG Indonesia berasal dari luar negeri. Meski demikian, hingga saat ini distribusi masih berjalan lancar dan pengiriman dari negara pemasok tetap sesuai jadwal.

‎"LPG yang kita harus butuh effort bersama-sama dan ini harus kita... Saya menyarankan kepada masyarakat untuk kita bijaksana dalam memakai LPG. Kita tahu bahwa LPG kita 70% kita import," jelasnya.

‎Namun, di tengah ketidakpastian global, ia menjelaskan bahwa pengiriman dari berbagai negara pemasok tetap berjalan sesuai rencana sehingga ketersediaan masih terjaga.

‎"Tapi kan bagaimanapun kondisi global ini membuat kita semua harus ikhtiar. Sekali lagi saya mengatakan bahwa ini ikhtiar itu agar lebih bijaksana dalam memakainya. Sekalipun kita ada duit, tapi kalau barangnya kita harus rebut dengan negara lain," tuturnya.

‎Lebih lanjut, Bahlil mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak guna menjaga ketersediaan pasokan nasional.

‎"Nah ini kan kita harus benar-benar menjaganya. Itu maksud saya. Jangan dibawa ke sana ke mari lah," tutupnya.