periskop.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menutup Posko Nasional Sektor ESDM pada Selasa (31/3). Pemerintah memastikan ketahanan energi selama periode mudik dan arus balik Idulfitri dalam kondisi aman.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, menyampaikan bahwa ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) berada dalam kondisi terkendali.
“Secara umum, kondisi ketahanan stok BBM aman, dengan rata-rata di atas 20 hari,” ujar Erika.
Ia menjelaskan, lonjakan penyaluran BBM jenis gasoline tertinggi terjadi saat arus mudik pada 19 Maret 2026 dengan kenaikan sebesar 37% dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, pada arus balik 25 Maret 2026, penyaluran gasoline meningkat 20%.
Untuk bahan bakar pesawat (avtur), peningkatan tertinggi terjadi pada 18 Maret saat arus mudik sebesar 18%, dan pada arus balik 29 Maret sebesar 22%.
Secara keseluruhan, konsumsi energi selama periode posko menunjukkan tren fluktuatif. Gasoline mengalami peningkatan paling signifikan sebesar 15%, sementara gasoil justru turun 18%, dan avtur meningkat 7,2%.
Erika menambahkan, ketahanan stok masing-masing jenis BBM relatif terjaga. “Selama periode posko memang terjadi fluktuasi, tetapi rata-rata ketahanan stok tetap terjaga. Untuk gasoline berada di atas 20 hari, avtur sekitar 18 hari, dan solar juga sekitar 18 hari. Bahkan untuk jenis tertentu seperti Pertamina Dex bisa mencapai sekitar 40 hari,” jelasnya.
Di sektor LPG, pemerintah juga memastikan kondisi pasokan tetap aman. Seluruh agen dan pangkalan LPG beroperasi siaga dengan dukungan infrastruktur memadai, meliputi 40 terminal LPG, 757 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta lebih dari 6.600 agen.
“Ketahanan stok LPG selama periode posko rata-rata mencapai 11,6 hari, dengan kenaikan penyaluran sebesar 6,5%,” kata Erika.
Untuk mendukung kelancaran distribusi energi, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan berbagai sarana penyaluran, antara lain 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, serta 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).
Selain itu, sejumlah badan usaha niaga BBM swasta seperti PT AKR Corporindo, PT Aneka Petroindo Raya, PT ExxonMobil, PT Shell, dan PT Vivo Energy Indonesia turut berperan menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat selama periode Lebaran.
Tinggalkan Komentar
Komentar