periskop.id - Pemerintah resmi mengaktifkan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Peresmian posko dilakukan langsung oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan konsumsi energi saat arus mudik Lebaran.
Dalam kesempatan tersebut, Yuliot menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah telah menghitung cadangan energi nasional secara menyeluruh, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi, sehingga pasokan dinilai cukup kuat untuk menopang kebutuhan selama masa mudik.
“Walaupun disampaikan stok sekitar 23 sampai 25 hari, kalau dilihat secara ekosistem ketersediaan BBM itu lebih dari 30 hari,” ujar Yuliot dalam konferensi pers di Gedung BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3).
Ia menjelaskan, ketahanan pasokan energi nasional ditopang oleh produksi minyak dalam negeri yang saat ini mencapai sekitar 610 ribu barel per hari. Produksi tersebut kemudian diperkuat dengan tambahan pasokan dari impor minyak mentah maupun BBM guna menjaga keseimbangan kebutuhan energi di dalam negeri.
“Produksi minyak di dalam negeri saat ini sekitar 610 ribu barel per hari. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, sebagian kita lengkapi melalui impor,” katanya.
Setelah melalui proses pengolahan, BBM kemudian disalurkan ke berbagai depo penyimpanan sebelum didistribusikan ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia. Pemerintah juga memperkuat kapasitas tangki penyimpanan untuk menjaga kelancaran distribusi energi selama periode mobilitas masyarakat yang tinggi.
“Kita juga melakukan peningkatan kapasitas tangki penyimpanan di dalam negeri sehingga distribusi dari depo ke SPBU dapat berjalan lancar dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Posko Nasional Sektor ESDM sendiri akan beroperasi selama 20 hari, mulai 12 hingga 31 Maret 2026, dengan pusat kendali di Gedung BPH Migas. Posko ini menjadi simpul koordinasi untuk memantau pasokan energi sekaligus merespons cepat jika terjadi gangguan distribusi selama masa mudik.
Ketua Posko Nasional, Erika Retnawati, mengatakan pengawasan energi selama periode tersebut dilakukan secara terpadu bersama berbagai pemangku kepentingan. Koordinasi dilakukan dengan sejumlah lembaga yang berkaitan dengan kelancaran arus mudik dan mobilitas masyarakat.
“Sinergi ini bukan hanya internal anggota posko, tetapi juga dengan pemangku kepentingan seperti Korlantas, Kementerian Perhubungan, BPJT, Jasa Marga, hingga BMKG,” kata Erika.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga ini penting agar berbagai potensi hambatan dapat diidentifikasi lebih awal. Dengan begitu, langkah antisipasi dapat segera diambil sehingga distribusi energi tetap lancar selama masyarakat melakukan perjalanan mudik.
Tinggalkan Komentar
Komentar