periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah memiliki kapasitas fiskal yang kuat untuk menjaga stabilitas harga energi di tengah potensi gejolak global.
Ia mengungkapkan, pihaknya memiliki bantalan anggaran sebesar Rp420 triliun yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL). Dana tersebut dapat digunakan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi tekanan pada harga energi, khususnya akibat kenaikan harga minyak dunia.
"Kita punya bantalan uang sebesar 420 triliun rupiah yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau SAL," kata Purbaya dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (6/4).
Meski demikian, Purbaya menilai kemungkinan harga minyak dunia bertahan di atas US$100 per barel dalam jangka panjang relatif kecil. Hal ini mempertimbangkan dinamika global, termasuk perkembangan politik di Amerika Serikat.
"Kalau kepepet itu masih bisa dipakai, tapi rasanya kita ke sana masih jauh karena harga minyak kecil peluangnya bertahan di atas 100 untuk waktu yang berkepanjangan kalau kita lihat politiknya di Amerika Serikat seperti apa," terangnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh kebijakan terkait subsidi energi telah melalui perhitungan matang dan berada dalam kapasitas fiskal negara. Pemerintah memastikan anggaran yang tersedia mencukupi untuk menjaga keberlanjutan subsidi.
"Jadi uang kita cukup. Jadi setiap kebijakan yang diberikan tadi, tentu ada konsekuensi biayanya ke kami dan kami sudah hitung cukup," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar