periskop.id - Ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah sempat mengakibatkan ketidakstabilan harga minyak dunia. Hal ini karena Iran sempat melakukan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi minyak. Beberapa negara juga sempat mengalami kekhawatiran stok energi.

Meski begitu, Pemerintah Indonesia memastikan bahwa stok energi dalam negeri dalam kondisi yang aman. Kepastian itu disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, setelah melakukan diplomasi terkait energi ke Rusia.

“Saya menindaklanjuti untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember, Insyaallah sudah aman. Jadi kita enggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi dari kilang kita,” ujar Bahlil.

Ketersediaan Pasokan Energi dalam Negeri

Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa stok energi nasional masih berada dalam kondisi aman. Usai pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, Bahlil menyebut Rusia siap memasok minyak mentah untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri.

Ia menjelaskan, stok bahan bakar minyak (BBM) saat ini berada di atas batas minimum yang ditetapkan. Kondisi tersebut berlaku untuk seluruh jenis energi, mulai dari solar, bensin, hingga LPG.

Selain itu, Bahlil menegaskan pemerintah akan berupaya menjaga harga minyak tetap berada di bawah harga pasar.

Harga BBM Subsidi Tidak Mengalami Kenaikan

Bahlil Lahadalia menyatakan, pemerintah memutuskan harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun. Kebijakan tersebut telah disepakati bersama dan diharapkan dapat terus dipertahankan dalam jangka panjang.

Menurut Bahlil, keputusan itu diambil atas arahan presiden agar masyarakat tetap mendapatkan harga bahan bakar yang terjangkau. Ia pun optimistis stabilitas harga BBM subsidi dapat terus dijaga ke depan.

Namun, Bahlil menegaskan kebijakan tersebut tetap bergantung pada pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP). Selama harga ICP berada di bawah US$100 per barel, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai masih mampu menopang subsidi energi.

Ia menjelaskan, rata-rata harga ICP sejak Januari hingga saat ini masih berada di kisaran US$77 per barel. Dengan kondisi itu, ruang fiskal pemerintah masih dinilai cukup aman untuk mempertahankan harga BBM subsidi tanpa kenaikan.

Harga Minyak Dunia Hari Ini

Berdasarkan pantauan harga minyak dunia dari Trading Economics pada Jumat (17/4/2026) pukul 14.00 WIB, harga minyak Brent yang menjadi acuan pasar global berada di kisaran US$98 per barel.

Sementara itu, pada waktu yang sama, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat sekitar US$93 per barel. Meredanya ketegangan konflik di Timur Tengah dinilai memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga minyak dunia.