Periskop.id - Danantara mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengekspor listrik ke Singapura dengan kapasitas total hingga 3,4 gigawatt (GW). Penugasan itu muncul dalam pertemuan bilateral Prabowo dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (6/7).

CEO Danantara Rosan Roeslani memaparkan, pihaknya menggandeng tiga perusahaan Singapura untuk mewujudkan rencana tersebut, yakni Singapore Energy Interconnections, Keppel Electric, dan Sembcorp Energy. Kerja sama ini dinilai bakal memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.

"Bapak Presiden mengamanatkan untuk Danantara bersama-sama dengan dunia usaha, dengan private sector untuk membangun. Ini sudah lama sebenarnya, sudah empat tahun lebih. Untuk supaya kerja sama ini bisa terlaksana," ungkap Rosan usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (6/7).

Realisasi ekspor listrik tidak akan langsung penuh di angka 3,4 GW. Rosan menerangkan, tahap awal hanya mencakup kapasitas 600 megawatt (MW) hingga 1,2 GW, dan secara bertahap akan ditingkatkan hingga target akhir tercapai.

"Totalnya nantinya 3,4 gigawatt, tapi pembangunan pertama antara 600 megawatt sampai 1,2 gigawatt," bebernya.

Kesepakatan ini turut dituangkan dalam nota kesepahaman yang diteken dalam pertemuan tersebut. Rosan menyebutkan Keppel Electric dan Sembcorp Energy akan bertindak sebagai off-taker, yakni pihak pembeli listrik dari Indonesia.

"Keppel dan Sembcorp sebagai off-taker. Karena mereka juga BUMN," ujar Rosan.

Untuk menghasilkan listrik yang diekspor, Indonesia akan membangun pembangkit di kawasan sekitar Batam, Bintan, dan Karimun, Kepulauan Riau. Lokasi ini dinilai strategis karena berdekatan dengan Singapura.

Rosan tidak merinci jenis pembangkit yang akan dibangun. Ia hanya memastikan seluruh listrik yang diekspor akan bersumber dari energi terbarukan (renewable energy).

Proyek ini disebut Rosan sudah diupayakan sejak lebih dari empat tahun lalu. Dengan penugasan resmi dari Presiden Prabowo, kerja sama yang sempat mandek itu kini mendapat momentum baru untuk segera direalisasikan.