Periskop.id - Kepolisian memeriksa enam saksi terkait kasus pengeroyokan serta perusakan yang menewaskan penagih hutang (debt collector) atau akrab dikenal sebagai mata elang (matel) di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/12) malam.
"Saksi ada enam dari pihak warga yang melihat langsung di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Kapolsek Pancoran Kompol Mansur kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/12).
Menurut dia, jumlah saksi kemungkinan bertambah seiring berjalannya proses pendalaman lebih lanjut. Pemeriksaan saksi-saksi itu pun diharapkan dapat memberikan titik terang terkait peristiwa tersebut.
Mansur mengatakan, pihaknya masih mendata jumlah warung yang terdampak pengeroyokan itu, mengingat ukuran lapaknya yang terbilang kecil. Selain warung, sebanyak sembilan unit sepeda motor dan satu unit mobil juga ikut terkena dampak dalam kejadian tersebut.
"Untuk kendaraan, itu satu punya warga, kebetulan mobil taksi, sopir lagi makan, karena takut, ya, ditinggal," ujar Mansur.
Utang Sepeda Motor
Sebelumnya, kepolisian menyebutkan utang sepeda motor menjadi penyebab pengeroyokan dan perusakan yang menewaskan penagih utang atau mata elang (matel) di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (11/12) malam itu. Dua orang berinisial MET dan NAT yang bertugas menagih utang, justru dikeroyok hingga meninggal dunia.
"Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly.
Dalam peristiwa tersebut, kelompok dari dua korban itu kemudian meminta pertanggungjawaban dan warga sekitar juga meminta agar pelaku pengeroyokan segera diserahkan ke polisi.
"Kami dari pihak Polda Metro Jaya, Polres dan Polsek, dan juga Brimob, kami berusaha untuk mengamankan warga yang ada di sini, supaya tidak ada kelompok tersebut karena mereka sudah berencana untuk mau membalas," ucap Nicolas.
Pihaknya pun mengerahkan petugas ada Kamis (11/12) malam untuk berjaga dan berkoordinasi dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan. Hanya saja, sekelompok massa itu melakukan perusakan dengan membakar kios, warung serta kendaraan bermotor.
Sebanyak sembilan kios dan delapan kendaraan di Seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, terbakar dalam aksi balasan tersebut.
"Jumlah objek yang terbakar, yakni sembilan kios, enam kendaraan roda dua, dan satu kendaraan roda empat," kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal di Jakarta, Jumat.
Sampai Jumat pagi, TNI dan Polri masih terus berjaga di lokasi tersebut untuk memastikan kondisi aman bagi masyarakat yang melintas.
Tinggalkan Komentar
Komentar