periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membangun supremasi hukum yang bersih tanpa intervensi politik. Prabowo secara eksplisit melarang penggunaan instrumen hukum sebagai alat untuk menjatuhkan lawan politik dan menyatakan kesiapannya menggunakan hak prerogatif jika terjadi ketidakadilan hukum (miscarriage of justice).

“Saya bertekad, patuhi hukum. Tidak ada kompromi. Kita harus tegakkan hukum dengan baik. Tapi tidak boleh ada miscarriage of justice. Tidak boleh hukum dipakai alat untuk mengerjai lawan politik. Tidak boleh. Dan saya tidak mau,” kata Prabowo dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2).

Prabowo menekankan keberaniannya untuk melakukan langkah korektif melalui jalur konstitusi jika ia mencium adanya ketidakadilan dalam sebuah proses hukum. Bahkan, ia menegaskan pengadilan harus memberikan keputusan yang adil tanpa keraguan.

“Dan saya sudah buktikan, saya berani. Abolisi. Saya berani amnesti kalau saya merasa ada sesuatu. Jadi pengadilan kita harus memberi keputusan yang adil, beyond a reasonable doubt. Keputusan itu harus beyond a reasonable doubt. Tidak boleh ada keraguan sedikit pun,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan aparat penegak hukum bahwa jika terdapat kemungkinan seorang terdakwa tidak bersalah, maka putusan final yang merugikan tidak boleh dipaksakan. Sebagai pemegang mandat rakyat, ia merasa bertanggung jawab memastikan setiap warga negara mendapatkan haknya di hadapan hukum.

“Saya ingin ada rule of law di Indonesia. Saya ingin ada kepastian hukum. Hanya dengan kepastian hukum kita bisa menjamin stabilitas dan ketenangan bagi rakyat kita,” ujarnya.

Menurut Prabowo, pemerintahan yang bersih dan adil adalah syarat mutlak bagi keberhasilan sebuah negara. Ia menyebut telah mempelajari sejarah dan menyimpulkan bahwa tidak ada bangsa yang besar tanpa keadilan dari pemerintahnya.

“Rakyat kita harus merasa hidup dalam masyarakat di mana pemerintahnya bersih dan adil. Ini syarat dari keberhasilan suatu negara. Dan saya bertekad bersama tim saya, kita membangun pemerintah yang bersih dan adil,” ungkap Prabowo.