periskop.id - Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom) menegaskan agenda kunjungan kenegaraan presiden berpusat secara eksklusif ke Prancis.

​Kepala Bakom Muhammad Qodari meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait rute lawatan luar negeri kepala negara. Ia secara tegas membantah narasi kunjungan resmi presiden ke Italia.

Advertisement

​"Sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa presiden akan ke Italia," tegasnya dalam konferensi pers terkait persiapan operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) di Wisma Danantara Jakarta pada Minggu (31/5).

​Qodari memastikan pemerintah memusatkan perjalanan tersebut murni untuk memenuhi undangan resmi dari pemerintah Prancis. Rencana persinggahan presiden ke negara lain sejauh ini masih berstatus tentatif.

​Bakom belum menerbitkan jadwal tambahan di luar agenda utama kunjungan Eropa tersebut. Pemerintah berjanji mengumumkan rute baru jika rencana perjalanan sudah berstatus final.

​"Bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," ujarnya.

Qodari mengatakan ​Menteri Luar Negeri Sugiono telah mematangkan rencana kerja sama bilateral dengan Prancis sejak April lalu. Kementerian Luar Negeri memprioritaskan pencapaian kesepakatan strategis di bidang pertahanan.

​Pemerintah berupaya meningkatkan penguasaan sistem pertahanan usai memborong sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari negara tersebut. Kementerian Luar Negeri mendesak realisasi komitmen alih teknologi secara penuh.

​"Jadi tidak sebatas membeli saja tapi juga melakukan transfer teknologi," jelas Qodari.

​Pemerintah turut mengincar kesepakatan pada sektor pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) serta pemanfaatan energi mineral di sana.

​Presiden Prabowo melaksanakan kunjungan kenegaraan ini sebagai lawatan balasan atas kedatangan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya.