periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan perkembangan terbaru terkait jumlah pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Selain Bupati dan dua orang kepercayaannya, tim penyidik kini memboyong 11 orang menuju Gedung Merah Putih KPK.

"Paralel dengan itu, tim saat ini juga sedang dalam perjalanan membawa 11 orang dari Pekalongan menuju Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung KPK, Selasa (3/3).

Berdasarkan data awal, 11 orang yang diamankan tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari birokrasi hingga pelaku usaha. Salah satu pejabat teras yang turut terjaring dalam operasi ini adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pekalongan.

"Dari 11 orang yang diamankan dan dibawa ke KPK tersebut, ada dari unsur ASN dan juga unsur swasta. Salah satunya adalah Sekda Pemkab Pekalongan," ungkap Budi.

Penangkapan belasan orang ini bertujuan untuk mendalami konstruksi perkara yang tengah diselidiki. Keterangan mereka dianggap krusial untuk mencocokkan fakta lapangan dengan bukti-bukti awal yang telah dikantongi tim penyelidik.

"Tentu nanti akan dilakukan pemeriksaan karena keterangan dari setiap pihak yang diamankan dibutuhkan untuk melengkapi bukti-bukti awal yang sudah dikumpulkan dalam tahap penyelidikan tertutup ini," jelas Budi.

Saat ini, sebanyak tiga orang yang terjaring dalam OTT tersebut sudah berada di Gedung Merah Putih KPK. Mereka adalah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan dua ajudannya.

Sebelumnya, Budi membenarkan operasi senyap tersebut.

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (3/3).