periskop.id - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membantah dirinya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengklaim saat proses penangkapan terjadi, dirinya sedang bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Fadia menegaskan tidak ada barang bukti berupa uang yang disita oleh tim penyidik dari tangannya. Bahkan, ia bersumpah tuduhan mengenai adanya aliran dana dalam penangkapan tersebut tidak benar.
“Dan pada saat penangkapan saya, apakah mereka menggerebek ke rumah, saya sedang bersama Pak Gubernur Jawa Tengah. Jadi saya tidak ada OTT apa pun, barang serupiah pun demi Allah tidak ada,” ujar Fadia.
Terkait keberadaannya bersama Gubernur Jawa Tengah, Fadia menjelaskan pertemuan tersebut dilakukan untuk membicarakan agenda kedinasan. Ia mengaku saat itu sedang berkoordinasi mengenai ketidakhadirannya dalam acara Makan Bergizi Gratis (MBG).
“(Membahas) izin bahwa saya tidak bisa hadir acara MBG begitu,” jelas Fadia saat dikonfirmasi mengenai isi pembicaraannya dengan Gubernur.
Saat ini, KPK sudah mengamankan 14 orang yang terjaring dalam OTT tersebut dan sudah berada di Gedung Merah Putih KPK. Salah satunya adalah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Sebelumnya, Budi membenarkan operasi senyap tersebut. Operasi dilakukan di Semarang, pada Selasa (3/3) dini hari.
“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (3/3).
Tinggalkan Komentar
Komentar