periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaknai perayaan Hari Raya Nyepi sebagai ruang refleksi mendalam penguatan integritas bangsa. Lembaga antirasuah ini menjadikan momentum keheningan tersebut sebagai fondasi utama pengendalian diri setiap individu.

​Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan pesan tersebut melalui keterangan tertulisnya pada Kamis (19/3). "Nyepi menghadirkan jeda yang langka: ruang sunyi untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk, sekaligus menata ulang arah batin, dalam keheningan itu, refleksi menjadi lebih jernih—tentang kejujuran, integritas, dan batas-batas etika," katanya.

​Institusi penegak hukum memandang filosofi Nyepi sebagai metafora kuat pelaksanaan tugas pemberantasan kejahatan finansial. Praktik kejahatan kerah putih sering kali berakar pada kegagalan seseorang menahan hawa nafsu duniawi.

​Praktik penyalahgunaan wewenang merajalela akibat pengabaian suara hati nurani. Pelaku korupsi lebih mementingkan keuntungan pribadi menyingkirkan pemenuhan hak publik luas.

​Rangkaian nilai spiritual Nyepi menyimpan pelajaran krusial tentang pentingnya sebuah pengendalian diri. Nilai tapa, brata, yoga, dan semadi mengajarkan keberanian manusia kembali menempuh jalan kebenaran.

​"Momentum ini menjadi perenungan sekaligus pengingat perang melawan korupsi tidak hanya berlangsung di ruang-ruang penegakan hukum, tetapi juga di dalam diri setiap individu," tegasnya.

​KPK mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan semangat tahun baru Saka memperkuat integritas personal. Kesadaran individu menjadi kunci utama menolak segala bentuk penyimpangan.

​Pilihan bersikap jujur menolak tawaran gratifikasi harus tumbuh dari kesadaran dalam diri sendiri. Pejabat negara pantang menyalahgunakan kewenangan sekecil apa pun di instansi kerjanya.

​Impian mewujudkan negara bersih dari praktik korupsi membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga. Perenungan batin harus mampu melahirkan kesadaran nyata dalam wujud tindakan keseharian.

​Integritas personal akan menciptakan benteng pertahanan kuat menangkal godaan berbuat curang. Sikap antikorupsi menjadi bentuk pengabdian nyata menjaga martabat negeri.

​"Semoga Hari Raya Nyepi membawa kedamaian, kejernihan nurani, serta memperteguh komitmen kita bersama dalam membangun tata kelola yang bersih, berintegritas, dan nir-korupsi," pungkasnya.