periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana turun langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok pada Sabtu (6/6). Kedatangannya dipicu dugaan pelanggaran yang menyebabkan aktivitas bongkar muat di pelabuhan itu terkendala dan sempat menimbulkan kemacetan.
Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), saat ini masih ada sekitar 2.200 unit barang yang tertahan di Tanjung Priok. Angka tersebut tersisa setelah 800 unit sebelumnya berhasil ditangani oleh jajaran DJBC.
"Itu kan di pelabuhan Tanjung Priok ada kemacetan ya? Berapa yang yang numpuk? Sudah tinggal 2.200 unit? Jadi ekonomi udah cepat tapi masih ada gangguan di pelabuhan, besok saya mau kesana (Pelabuhan Tanjung Priok). Besok mungkin sekitar jam 10:00 pagi ya," kata Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6).
Purbaya menerangkan, kunjungannya ke Tanjung Priok akan dilakukan bersama jajaran DJBC. Pemeriksaan lapangan itu ditujukan untuk mengusut langsung sumber gangguan yang hingga kini masih menghambat arus distribusi barang.
Ia juga mempertimbangkan penerapan sanksi pajak bagi pemilik barang yang tidak segera mengangkut muatannya. Langkah itu disebut sebagai salah satu instrumen untuk menekan penumpukan yang terus terjadi.
"Kalau gitu nanti pajak masuk, yang enggak ngangkut kita hukum aja pajaknya," tegasnya.
Tak berhenti di situ, Menkeu Purbaya juga berancang-ancang menindak petugas pajak yang terbukti ikut andil menciptakan gangguan di pelabuhan. Ia menuturkan, oknum petugas yang bermain-main dalam proses bongkar muat akan turut diproses.
Purbaya bahkan menegaskan siap melakukan rotasi jabatan pada hari yang sama bila ada pejabat yang dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan di lapangan. Sebaliknya, pejabat yang mampu memperbaiki situasi diberi kesempatan untuk menuntaskannya sendiri.
Kondisi penumpukan di Tanjung Priok disebut kontradiktif dengan tren pertumbuhan ekonomi yang tengah berjalan. Purbaya menilai gangguan di pelabuhan perlu segera dibereskan agar distribusi barang tidak terus terhambat.
"Nanti kita atur, kita beresin sekalian di situ, kalau dia pejabatnya gak bisa beresin, kita pindahin langsung besok juga, tapi kalau dia bisa perbaikin, yaudah," ujarnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar