banner-sheroes-yoga
Hukum

Imigrasi Cekal Tyo Nugros karena Kewajiban Negara yang Belum Lunas

Tyo Nugros gagal terbang ke Malaysia dan urung tampil di konser Dewa 19 setelah imigrasi menahan paspornya atas permintaan KPKNL Jakarta I.

Tyo Nugros dicekal, Tyo Nugros KPKNL, drummer Dewa 19 dicekal
Tyo Nugros. Instagram/@realnugros
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Drummer Dewa 19, Tyo Nugros, gagal terbang ke Malaysia setelah dicegah petugas imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Jumat (5/6). Pencegahan itu dilakukan atas permintaan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta I karena ada kewajiban besar kepada negara yang belum dilunasi.

Kabid Tikim Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta Iman Paski memaparkan alasan di balik pencekalan tersebut. Ia menyebutkan sang drummer dinilai tidak menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya kepada negara.

"Pencegahan keberangkatan dilakukan atas permintaan KPKNL Jakarta I dengan alasan ada kewajiban dari yang bersangkutan kepada negara yang cukup besar dan belum diselesaikan, serta yang bersangkutan tidak menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikannya," kata Iman dalam keterangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (10/6).

Pencekalan Tyo terdeteksi saat petugas memindai paspornya di pos imigrasi bandara. Iman menerangkan, nama Tyo tercatat aktif dalam daftar cegah-tangkal yang terintegrasi di Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Akibat status cekal itu, paspor sang drummer pun kini diamankan pihak Imigrasi.

"Saat ini paspor yang bersangkutan diserahterimakan ke Imigrasi sampai perkara yang bersangkutan dengan KPKNL Jakarta I rampung. Kami menyarankan yang bersangkutan untuk segera melapor ke Kantor KPKNL Jakarta I," ujar Iman.

Iman melanjutkan, penahanan paspor itu merupakan prosedur baku yang berlaku dalam setiap kasus pencegahan keberangkatan ke luar negeri. Selama dokumen perjalanan masih dipegang Imigrasi, Tyo otomatis belum bisa memesan tiket ke luar negeri.

Di sisi lain, konser Dewa 19 bertajuk 'Cintaku Tertinggal di Malaysia' tetap berlangsung di Unifi Arena Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Sabtu (6/6). Posisi Tyo di balik drum diisi oleh musisi lain.

Sebuah video permintaan maaf Tyo beredar di media sosial setelah penyelenggara konser menayangkannya. Dalam rekaman itu, Tyo menegaskan dirinya sama sekali tidak mengetahui permasalahan yang mendasari pencekalan tersebut.

"Saya meminta maaf belum bisa hadir di konser Dewa 19 di Malaysia yang diselenggarakan hari ini, Sabtu tanggal 6 Juni 2026, di Unifi Arena Bukit Jalil, Kuala Lumpur," kata Tyo dalam video yang disebarkan penyelenggara konser, dikutip Senin (8/6).

Tyo kemudian merinci kronologi kejadian dalam video yang sama. Ia membenarkan keberadaannya di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (5/6), tepat ketika proses pencekalan berlangsung.

"Saat berada di proses imigrasi, saya tidak diperkenankan berangkat karena mendapat pencekalan dari KPKNL Jakarta I atas permasalahan yang tidak saya ketahui sama sekali," ungkap Tyo.

Hingga video itu diunggah, Tyo mengungkapkan dirinya bersama keluarga masih aktif mencari informasi terkait permasalahan yang menimpanya.

"Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan terima kasih semua pihak yang terlibat di acara ini," pungkas Tyo.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Tyo Nugros, Dewa 19, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), dan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.