periskop.id - Huawei resmi menutup rangkaian Huawei ICT Competition Global Final Ke-10 di Shenzhen, Tiongkok. Ajang edisi ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya, dengan lebih dari 220.000 mahasiswa dan dosen yang ikut serta.
Para peserta datang dari sekitar 2.000 institusi pendidikan yang tersebar di lebih dari 100 negara dan wilayah. Setelah melewati babak nasional dan regional, sebanyak 177 tim dari 49 negara dan wilayah berhasil melaju ke panggung final tingkat dunia.
President Huawei ICT Strategy & Business Development Department, Ritchie (Honghua) Peng, memaparkan kompetisi ini merupakan wujud nyata komitmen jangka panjang Huawei dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama. Ia menilai ajang ini sekaligus mendukung pembangunan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Peng juga menguraikan karakteristik masing-masing kategori. Menurutnya, kategori Innovation Competition membuktikan peran kompetisi ini sebagai arena belajar untuk menjawab tantangan nyata, sementara peserta Practice Competition dan Programming Competition dinilai memiliki dedikasi serta fokus teknis yang mendalam.
Pada kesempatan yang sama, Peng memperkenalkan jalur kompetisi baru bernama Ascend AI Operator Development Track. Jalur tersebut bakal mulai diperkenalkan di Tiongkok daratan pada edisi berikutnya, dan dirancang agar para pengembang muda bisa berinteraksi lebih dekat dengan teknologi industri mutakhir melalui misi berbasis tugas.
Apresiasi juga datang dari Director a.i. UNESCO Institute for Information Technologies in Education sekaligus Chief of Section for Technology and AI in Education, Dr. Shafika Isaacs. Ia memuji pencapaian para peserta dan menegaskan masa depan artificial intelligence (AI) membutuhkan kolaborasi lintas sektor, yakni pemerintah, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku industri.
Isaacs memaparkan UNESCO dan Huawei telah menjalin kerja sama melalui sejumlah inisiatif bersama. Di antaranya adalah program peningkatan kapasitas AI di negara-negara Arab, serta program kemitraan pendidikan TIK di Asia Tengah dan kawasan Kaukasus. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan tinggi dan pelatihan vokasi.
Peserta Huawei ICT Competition tahun ini dinilai Isaacs mampu menjawab berbagai tantangan nyata secara lintas budaya. Mereka disebut tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab sesuai tujuan pendidikan.
Dari sisi hasil kompetisi, sebanyak 18 tim terbaik dari delapan negara berhasil meraih hadiah utama. Pada kategori Practice Competition, pemenang berasal dari Aljazair, Brasil, Nigeria, Mesir, Kenya, Republik Dominika, serta sejumlah universitas di Tiongkok. Kategori Innovation Competition dimenangkan oleh tim dari Wuhan University of Technology, Ahmadu Bello University, National University of Singapore, dan Fujian Normal University. Sementara itu, Programming Competition direbut oleh tim dari Wuhan Vocational College of Software and Engineering.
Huawei juga menyerahkan sejumlah penghargaan khusus. Women in Tech Award diberikan kepada tujuh tim beranggotakan perempuan seluruhnya, yang berasal dari Azerbaijan, Nigeria, Kenya, Tiongkok, dan Bahrain. Green Development Award diraih dua tim dari Ghana dan Tiongkok. Sebanyak 16 instruktur terbaik dari sembilan negara dan wilayah menerima Most Valuable Instructor Award, termasuk dari Pakistan, Nigeria, Mesir, Brasil, dan Türkiye.
Dalam rangkaian babak final, Huawei turut menggelar AI Accelerating Education Transformation Summit. Pada forum tersebut, Huawei meluncurkan Solusi ICT Academy AI Course dan laporan berjudul "ICT Skills Development Insight Report with Recommendations for Nine Countries of Central Asia & the Caucasus".
Huawei ICT Competition disebut sebagai platform internasional bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan praktis seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia di bidang AI, komputasi, big data, dan keamanan siber. Kompetisi ini mempertemukan dunia pendidikan dan industri dalam satu ekosistem kolaboratif untuk menyiapkan talenta menghadapi ekonomi digital.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar