periskop.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan RSUD KH. Muhammad Thohir Krui di Lampung sebagai bagian dari program Quick Win sektor kesehatan pemerintahannya. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan peringatan keras agar anggaran pembangunan rumah sakit tidak dikorupsi.
RSUD KH. Muhammad Thohir Krui masuk dalam daftar 66 rumah sakit yang dibangun melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Dari seluruh daftar tersebut, RS di Krui ini menjadi satu-satunya lokus PHTC yang berada di Provinsi Lampung.
Program PHTC sendiri dirancang untuk mentransformasi layanan rujukan nasional. Prioritasnya adalah memastikan masyarakat di daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) bisa mengakses standar pelayanan medis yang setara dengan wilayah perkotaan.
Lewat program ini, status RSUD Krui resmi naik kelas dari tipe D/D Pratama menjadi tipe C. Rumah sakit tersebut kini juga mengantongi status Akreditasi Paripurna, akreditasi tertinggi yang bisa diraih sebuah fasilitas kesehatan.
Pembangunan fisik rumah sakit ini dinyatakan rampung 100%. Seluruh biaya konstruksinya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025, dengan nilai kontrak akhir setelah addendum sebesar Rp152.987.260.000.
Secara layanan, RSUD KH. Muhammad Thohir Krui difokuskan untuk melayani tingkat Madya pada bidang KJSU-KIA, yaitu Kanker, Jantung, Stroke, Uro Nefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak.
Kapasitas rawat inap rumah sakit ini melonjak signifikan. Jumlah tempat tidur bertambah dari semula 59 unit menjadi 101 unit pasca pembangunan.
Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap untuk sebuah RS di wilayah DTPK. Mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rawat Jalan, ICU/CVCU, Radiologi, Laboratorium, Kamar Operasi, hingga unit Hemodialisa atau cuci darah.
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Krui didukung oleh 3 dokter umum, 76 perawat, dan 52 bidan untuk menunjang operasional sehari-hari.
Keberadaan rumah sakit ini dinilai krusial bagi warga Pesisir Barat dan sekitarnya. Sebelumnya, masyarakat di kawasan tersebut harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis spesialistik yang memadai.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar