periskop.id - Presenter Anwar Sanjaya alias Anwar BAB menyerahkan uang saku yang pernah diterimanya dari travel umrah Hanania Group kepada penyidik Polda Metro Jaya. Penyerahan itu dilakukan seiring pemeriksaannya dalam kasus dugaan penipuan yang merugikan ribuan calon jemaah umrah.
Ia menegaskan dirinya kooperatif penuh dalam proses hukum tersebut. Kehadirannya di Polda Metro Jaya, menurutnya, tidak sekadar untuk memberi klarifikasi, tapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap para jemaah yang batal berangkat.
"Alhamdulillah aku secara sadar, kooperatif untuk menerima panggilan kepolisian dan juga aku turut serta membantu kepolisian untuk memulihkan keadilan untuk para jemaah yang gagal berangkat," kata Anwar BAB saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (10/6).
Pria yang dikenal lewat ajang pencarian bakat memasak itu juga meluruskan soal statusnya dalam kerja sama dengan PT Khazanah Tamma International atau Hanania Group. Ia memaparkan, dirinya bukan brand ambassador travel tersebut, melainkan hanya menjalin skema barter konten. Anwar diminta mempromosikan Hanania Group lewat media sosialnya sebagai imbalan fasilitas perjalanan umrah.
"Saya ingin meluruskan isu-isu yang ada di luaran sana, bahwa saya Anwar tidak menerima sedikit pun aliran dana dari travel Hanania. Saya ditawarkan bentuk kerja sama dengan Hanania adalah barter. Jadi saya berangkat tidak mendapatkan uang, hanya mendapatkan uang saku selama perjalanan di sana," jelasnya.
Meski merasa tidak terlibat dalam aliran dana yang diduga bermasalah, Anwar BAB memilih menyerahkan seluruh uang saku tersebut kepada penyidik. Ia berharap langkah itu berkontribusi dalam upaya kepolisian memulihkan kerugian para jemaah yang telah menabung bertahun-tahun demi bisa berangkat umrah.
"Hari ini dengan sadar, dengan prihatin terhadap situasi yang terjadi. Uang saku yang sudah saya terima sudah saya serahkan kepada pihak kepolisian guna untuk memulihkan. Insyaallah, memulihkan jemaah-jemaah yang berdampak yang tidak bisa berangkat umrah," ujarnya.
Soal besaran nominal yang diserahkan, Anwar memilih tidak mengungkapnya ke publik. Ia menyebut, kewenangan untuk merinci angka tersebut ada di tangan penyidik, bukan dirinya.
Kasus ini menyeret nama Hanania Group setelah ribuan calon jemaah umrah dilaporkan gagal berangkat akibat dugaan penggelapan dana oleh PT Khazanah Tamma International. Polda Metro Jaya tengah mengusut aliran dana yang masuk ke berbagai pihak, termasuk sejumlah figur publik yang pernah bekerja sama dengan travel tersebut.
"Kalau uang sakunya, itu bukan kapasitas aku untuk menyebutkan nominal, tapi aku sudah menyerahkan seluruhnya kepada pihak polisi," pungkasnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar