periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pihaknya telah menyiapkan sembilan kebijakan strategis demi menjaga ketahanan ekonomi Indonesia agar tetap responsif dan antisipatif untuk mitigasi ketidakpastian global saat ini.
"Untuk itu, kebijakan fiskal senantiasa dijaga tetap responsif dan antisipatif untuk mitigasi ketidakpastian antara lain melalui sembilan kebijakan strategis," kata Purbaya dalam raker bersama Komisi XI DPR, Jakarta, dikutip Kamis (11/6).
Purbaya merincikan antara lain, menjaga stabilisasi harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, menjaga stabilisasi harga pangan, menjaga pasokan energi, stok dan stok beras pada level aman.
Kemudian menjaga disiplin fiskal dengan mengendalikan deficit di bawah 3% dari PDB, mendorong efisiensi dan refocusing belanja, optimalisasi pendapatan berbasis SDA, sekaligus menjaga stabilitas makro antara lain melalui pengaturan DHE dan perbaikan tata kelola ekspor SDA strategis.
"Kita juga memberikan paket stimulus untuk menjaga debly, keberlanjutan usaha, dan menopang pertumbuhan antara lain diskon tiket, bantuan pangan, insentif untuk perumahan, serta program magang, dan vokasi," terangnya.
Selanjutnya, kata dia, pemerintah juga memberikan perbaikan pola penyerapan belanja agar lebih cepat dan merata, merubah fenomena penyerapan yang semula slow low menjadi quick high, sehingga kuat menopang pertumbuhan ekonomi.
"Dan yang kesembilan adalah kita memperkuat sinergi dan kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi," lanjut dia.
lebih jauh, Bendahara Negara itu menilai kuatnya fundamental ekonomi domestik dan didukung kebijakan yang semakin solid menjadi lendasan yang kokoh untuk menyongsong dinamika tahun 2027.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar