Periskop.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah kabar yang menyebut Febrio, sosok yang membawa jenazah Sutrimo—pria yang disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah—ke rumah sakit sebagai jaksa. Kejagung memastikan Febrio merupakan pegawai biasa di bagian administrasi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan status kepegawaian Febrio untuk meluruskan informasi yang beredar di publik.

“Tapi yang namanya saudara Febrio yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa. Pegawai Kejaksaan,” kata Anang di Gedung Kejagung, Jumat (7/8).

Anang membenarkan bahwa Febrio sebelumnya merupakan staf atau bagian dari tim mantan Jampidsus tersebut.

“Stafnya ya, iya (staf Febrie),” ujar Anang.

Hingga saat ini, Febrio masih aktif berstatus sebagai pegawai di lingkungan Korps Adhyaksa.

“Masih (bekerja). Ya stafnya, staf biasa. Tidak (mendampingi siapa-siapa), dia administrasi biasa,” ujar Anang.

Sementara itu, mengenai sosok almarhum Sutrimo yang disebut-sebut sebagai Karumga Febrie, Anang enggan berkomentar banyak. Sebab, Sutrimo bukan bagian dari instansi Kejaksaan.

“Saya tidak mengenal istilah Karumga, saya tidak mengenal sama sekali dan bukan warga Kejaksaan. Jadi saya tidak berhak mengomentari itu,” ungkap Anang.

Sebelumnya, seorang pria bernama Sutrimo yang diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie Adriansyah ditemukan tidak sadarkan diri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7). Pihak RS Muhammadiyah Taman Puring mengonfirmasi korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba menggunakan ambulans.

Polda Metro Jaya hingga kini masih mendalami peristiwa kematian korban dan mengecek latar belakang sosok Sutrimo. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga, pengemudi ambulans, hingga petugas rumah sakit untuk membuat terang kasus tersebut.

Misteri Sosok Febrio

Di balik teka-teki kematian Sutrimo, muncul spekulasi publik terkait sosok laki-laki yang membawa korban ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Dalam dokumen keterangan kematian dari rumah sakit, nama pengantar tertulis sebagai Febrio Adiono dan tercatat sebagai kerabat korban.

Namun, pihak keluarga almarhum Sutrimo mengaku sama sekali tidak mengenal nama Febrio Adiono tersebut. Di saat yang sama, beredar rumor di media sosial soal tudingan Febrio sebagai seorang jaksa. Hal ini terungkap usai unggahan foto pria berseragam Korps Adhyaksa dengan name tag “Febrio” viral.