periskop.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia secara resmi ditunjuk menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) di Gaza. Pemerintah segera menyeleksi perwira militer terbaik guna mengisi posisi kepemimpinan strategis dalam operasi perdamaian tersebut.

"Iya mereka minta kita jadi deputy commander. Dipilih, ya kita cari yang bagus ya," kata Prabowo usai menghadiri pertemuan Board of Peace di Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2).

Prabowo merinci jadwal keberangkatan pasukan penjaga perdamaian ke wilayah konflik tersebut. Kelompok pendahuluan atau advance team akan segera terbang ke Gaza dalam waktu dekat.

"Ya kita siap. Mungkin ya kelompok-kelompok advance mungkin tidak lama lah, mungkin satu sampai dua bulan ini," ujarnya.

Misi perdamaian ini sejalan dengan peningkatan kondisi kemanusiaan di lapangan. Volume distribusi logistik dan makanan bagi warga sipil Palestina kini mencatat rekor tertinggi.

"Aliran bantuan makan, bantuan kebutuhan rakyat Gaza, saya kira tertinggi selama beberapa tahun," katanya.

Pasokan logistik mengalir lancar ke tangan masyarakat setempat tanpa hambatan berarti. Kebutuhan dasar warga Gaza perlahan mulai terpenuhi dengan baik pasca-kesepakatan damai sementara.

Prabowo juga membeberkan komitmen delapan negara Muslim dalam forum Board of Peace. Kelompok ini sepakat menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai syarat mutlak terwujudnya perdamaian abadi.

"Bagi kita the real the only long lasting solution is a two state solution," tegasnya.

Kepala Negara menyadari jalan menuju perdamaian menyeluruh di Timur Tengah masih penuh rintangan. Masyarakat internasional harus mengantisipasi pergerakan kelompok-kelompok radikal anti-perdamaian.

"Tentunya kita harus waspada kelompok-kelompok yang ingin selalu menggagalkan penyelesaian menyeluruh ya pasti ada dari semua pihak," ucapnya.