Periskop.id - Direktur Geopolitik GREAT Institute Teguh Santosa mendukung penuh langkah Presiden Prabowo Subianto yang menawarkan diri untuk menjadi mediator di antara Israel-Amerika Serikat (AS) dan Iran.
"Sayang sekali pembicaraan damai AS-Iran yang sehari sebelumnya dilaporkan mencapai kemajuan berarti, mendadak rusak oleh serangan Israel. Ini membuktikan pemerintahan Benjamin Netanyahu punya kepentingan lain yang merugikan perdamaian kawasan juga membahayakan keselamatan warga Israel sendiri," kata Teguh Santosa, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3).
Teguh mengatakan, pembicaraan damai harus terus dilakukan. Metode dan pendekatan baru harus diaplikasikan, salah satunya dengan melibatkan Indonesia sebagai mediator.
"Tidak ada yang lebih berharga dari perdamaian kawasan dan keselamatan umat manusia di seluruh dunia. Kami mengapresiasi kesediaan Presiden Prabowo mengajak kita semua terhindar dari kehancuran yang tak terkira," ujarnya.
Teguh juga menilai serangan balasan Iran adalah upaya untuk "menyamakan" kedudukan, dan itu legal karena dijamin dalam Piagam PBB. Setelah kedudukan disamakan, dia berharap terjadi peredaan, dan pihak-pihak bertikai bersedia memulai kembali pembicaraan damai.
Kesediaan Presiden Prabowo menjadi mediator untuk menghentikan aksi saling serang antara Israel yang dibantu Amerika Serikat dengan Iran, disampaikan Kementerian Luar Negeri melalui akun X @Kemlu_RI.
"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis @Kemlu_RI.
Serangan Mendadak
Untuk diketahui, Israel dan AS secara mendadak menyerang sejumlah pemukiman sipil Iran di Tehran dan Isfahan serta kota lain pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Serangan tersebut merupakan yang kedua dilakukan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sejak serangan pertama pada Juni 2025.
Trump menyatakan pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Kantor pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei menjadi salah satu fasilitas yang disasar dalam serangan itu. Sementara sebuah asrama putri di Isfahan dilaporkan ikut hancur dan sejauh ini menewaskan puluhan siswi. Serangan Israel dilakukan di tengah putaran ketiga pembicaraan damai AS dan Iran di Jenewa yang dimediasi Oman.
Tak lama setelah serangan itu Iran melancarkan serangan balasan menggunakan hak yang diatur dalam Pasal 51 Piagam PBN. Selain Tel Aviv, Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Tinggalkan Komentar
Komentar