Periskop.id - Iran untuk pertama kalinya menggunakan rudal Haj Qasem dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat-Israel, kantor berita Fars melaporkan mengutip Garda Revolusi Iran (IRGC), Rabu (18/3). 

IRGC menyatakan rudal tersebut digunakan dalam rangkaian operasi militer terbaru, termasuk fase ke-59 operasi "True Promise 4" yang menargetkan pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, serta Kurdistan Irak.

Garda Revolusi juga melaporkan serangan terhadap sejumlah kota di Israel, termasuk Tel Aviv, Yerusalem Barat, dan Beit Shemesh. Menurut laporan Fars, Haj Qasem termasuk dalam rudal yang diluncurkan dalam serangan tersebut, yang menandai penggunaan perdananya dalam selama konflik saat ini.

Rudal tersebut, yang digunakan dalam konflik dengan Israel pada Juni 2025, digambarkan sebagai rudal balistik taktis berbahan bakar padat. Diperkenalkan pada 2020, rudal itu diklaim memiliki jangkauan sekitar 1.400 kilometer. Namanya diambil dari nama Komandan Korps Garda Revolusi Iran Qasem Soleimani yang dibunuh AS pada Januari 202 silam

Iran terus melancarkan serangan terhadap Israel dan target-target militer AS di Timur Tengah, sebagai balasan atas operasi militer gabungan pada 28 Februari. Operasi militer tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan lebih dari 150 murid sekolah perempuan di Iran selatan.

Iran melaporkan lebih dari 1.200 orang tewas dan lebih dari 17.000 lainnya terluka. AS dan Israel awalnya mengeklaim "serangan pendahuluan" itu diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka mengatakan, tujuannya adalah untuk mengubah rezim yang berkuasa di Iran.

Kematian Ali Larijani
Teranyar, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi sekretarisnya Ali Larijani, telah tewas dalam sebuah serangan, menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim, Rabu (18/3) pagi waktu setempat. 

Dalam sebuah pernyataan, dewan tersebut mengatakan Larijani meninggal dunia pada Selasa (17/3) dini hari bersama putranya, Morteza Larijani; deputi urusan keamanan di sekretariat dewan tersebut, Alireza Bayat; serta beberapa orang lainnya, melansir Tasnim.

Dewan tersebut memuji pengabdian panjang Larijani bagi pembangunan Iran dan menyerukan persatuan nasional dalam menghadapi ancaman eksternal.

Selasa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel telah menewaskan Larijani dalam serangan yang sedang berlangsung terhadap Iran. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Selasa mengonfirmasi kematian Gholamreza Soleimani, komandan pasukan sukarelawan Basij, dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah akan membalas keras pembunuhan terhadap Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani, kata kantor kepresidenan Iran, Selasa (17/3).

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya mengatakan Larijani tewas dalam serangan Israel di Teheran. Kematian Larijani kemudian dikonfirmasi oleh kantornya.

"Tentu saja, pembalasan keras menanti para teroris kriminal yang, selama agresi mereka, menumpahkan darah para martir dari tanah suci Iran," kata Pezeshkian.

Tel Aviv, kota terbesar di Israel, berulang kali menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran. Kota tersebut merupakan pusat utama keuangan dan ekonomi Israel, yang menghasilkan sekitar setengah dari produk domestik bruto (PDB) negara itu.