periskop.id - Pelaku pasar merespons negatif ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Iran sehingga memicu kejatuhan mayoritas bursa saham Asia. Ketegangan kedua negara ini memunculkan ancaman perang berkepanjangan sekaligus potensi penutupan rute suplai minyak Selat Hormuz.
"Jika Iran tidak membuka penuh, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 jam dari titik waktu ini, Amerika Serikat akan menyerang dan melenyapkan berbagai pembangkit listrik mereka," tulis Trump melalui akun Truth Social pribadinya, Minggu (22/3).
Jalur maritim ini memegang peran sangat krusial sebagai rute transit bagi seperlima pasokan minyak dunia.
Kekhawatiran investor langsung menekan laju indeks Nikkei di Tokyo pada pembukaan awal pekan.
Melansir Al Jazeera indeks utama bursa Jepang tersebut anjlok tajam 3,4% hingga 3,5% menyentuh level 51.582,23.
Pelemahan serupa turut melanda bursa saham Hong Kong akibat sentimen negatif global ini.
Indeks Hang Seng tercatat turun 3,3% menuju posisi 24.435,74.
Indeks Shanghai Composite di Tiongkok juga mencatatkan penurunan sebesar 2,3% menjadi 3.867,51.
Koreksi pasar berlanjut di Singapura dengan turunnya Straits Times Index sebesar 2,1% di angka 4.884,710 pada Senin (23/3).
Indeks Philippine Stock Exchange ikut terpangkas 3,17% merespons ketidakpastian geopolitik tersebut.
Pelemahan bursa regional ini juga menyeret Stock Exchange of Thailand turun sebesar 2,15%.
Kepanikan masif di pasar saham ini murni berakar dari detail ancaman penghancuran fasilitas energi vital milik Iran.
Militer AS bersiap melancarkan serangan menyasar infrastruktur kelistrikan Iran jika tenggat waktu 48 jam terlewati.
"Dimulai dengan yang paling besar lebih dulu! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," tegasnya.
Pernyataan bernada ancaman tingkat tinggi ini sengaja menggunakan huruf kapital untuk menegaskan keseriusan Washington.
Unggahan Trump tersebut langsung memicu reaksi jagat maya dengan meraup lebih dari 27 ribu tanda suka dan dibagikan ulang hingga ribuan kali.
Tinggalkan Komentar
Komentar