Periskop.id - Perbedaan pandangan muncul antara Amerika Serikat dan Israel, terkait rencana untuk mengakhiri perang dengan Iran. Hal ini dikutip dari KAN yang dikutip, Jumat (27/3).
Menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel itu, perselisihan berpusat pada tiga isu utama; masa depan program rudal balistik Iran, transfer uranium yang telah diperkaya ke Badan Energi Atom Internasional, dan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran.
Pada Rabu, sejumlah laporan menyebutkan, usulan 15 poin dari AS untuk menghentikan perang telah disampaikan ke Iran melalui Pakistan. AS juga dikabarkan mempertimbangkan gencatan senjata sementara selama satu bulan untuk membuka jalan bagi perundingan.
Mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pada Kamis bahwa Iran secara resmi telah menyampaikan tanggapan terhadap usulan AS tersebut, melalui mediator.
Tanggapan itu mencakup tuntutan untuk menghentikan serangan dan pembunuhan di semua front, jaminan tidak akan terjadi perang lagi, kompensasi, dan pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, kata pejabat tersebut.
Sementara itu, KAN yang mengutip sumber politik di Israel menyebutkan, pembicaraan AS-Israel masih berlangsung dan ada kemungkinan usulan AS tersebut akan diubah.
Seorang sumber di Israel juga mengatakan, Iran "sudah menggunakan bahasa perang tahap akhir," sambil terus mengajukan tuntutan signifikan dalam kontak yang sedang berlangsung.
Sumber tersebut menambahkan, ada kekhawatiran di Israel, Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan mendorong gencatan senjata sementara guna bernegosiasi dengan Iran. Kemungkinan pertemuan antara pejabat AS dan Iran belum ditetapkan waktunya, meski ada laporan tentang upaya mediasi oleh Pakistan.
Sekadar mengingatkan, AS dan Israel terus melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta wilayah-wilayah yang menampung aset militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Konfrontasi Darat
Sementara itu, lebih dari 1 juta warga Iran dikabarkan telah dimobilisasi untuk menghadapi kemungkinan konfrontasi darat dengan pasukan Amerika Serikat (AS), demikian kantor berita Mehr melaporkan, Kamis (26/3), mengutip sejumlah sumber.
Pada Rabu, harian AS The Wall Street Journa, yang mengutip sejumlah anggota Kongres AS, melaporkan, operasi darat oleh pasukan AS di Iran diduga telah direncanakan dan bisa segera dimulai. Menanggapi rencana AS untuk melakukan serangan darat, media militer Iran mengatakan lewat platform X, Kamis (26/3), Iran siap menyambut kedatangan tentara Amerika.
"Kepada semua prajurit Amerika! Kami harap kalian telah diberi tahu bahwa #IRAN adalah tempat di mana para pejuang Palestina, Lebanon, Irak dan Yaman melatih kemampuan tempur darat secara sangat profesional!" tulis media itu. "Selamat datang di Iran, kawan!"
Tinggalkan Komentar
Komentar