Periskop.id - Musang King, varietas durian yang selama ini dianggap sebagai kasta tertinggi di dunia kuliner asal Malaysia, secara mengejutkan muncul dalam daftar yang tidak biasa.
Berdasarkan laporan terbaru dari majalah kuliner internasional ternama, TasteAtlas, Musang King menempati peringkat ke 10 dalam daftar 37 buah tropis dengan rating terburuk di dunia.
Buah yang menjadi ikon kebanggaan Negeri Jiran ini tercatat mendapatkan rating sebesar 3,4 dari skala 5.
Munculnya Musang King dalam daftar "terburuk" ini memicu perdebatan luas, mengingat reputasinya selama ini sebagai komoditas premium yang sangat dicari oleh para pencinta buah tropis di berbagai belahan dunia.
Profil Musang King
Meskipun mendapatkan penilaian rendah dalam daftar tersebut, Musang King yang juga dikenal dengan nama Mao Shan Wang tetap diakui oleh banyak pihak sebagai salah satu varietas durian terbaik yang pernah ada.
Durian ini sangat diburu oleh kolektor buah karena teksturnya yang kaya, sangat lembut, serta memiliki karakter rasa yang sangat kuat.
Ciri khas utama dari Musang King terletak pada daging buahnya yang berwarna kuning cerah dan sangat tebal. Teksturnya menyerupai custard atau mentega yang lembut, memberikan pengalaman sensorik yang mewah bagi lidah.
Profil rasanya pun dinilai sangat kompleks, di mana perpaduan rasa manis yang dominan bersinggungan dengan sedikit sentuhan pahit yang memberikan kedalaman rasa yang unik.
Secara fisik, buah ini berukuran relatif besar dengan kulit berduri yang khas. Meskipun varietas ini sudah dikenal dengan sebutan Raja Kunyit setidaknya selama 200 tahun, popularitasnya di pasar modern baru benar-benar melonjak pada tahun 1980-an.
Hal ini terjadi setelah konsistensi kualitas buah berhasil distabilkan dan varietas tersebut secara resmi didaftarkan ke Malaysian Agricultural and Research Development Institute (MARDI).
Budidaya dan Pemanfaatan Kuliner
Hingga saat ini, pusat budidaya utama durian Musang King berada di Malaysia, dengan wilayah Pahang sebagai penghasil kualitas terbaik.
Berkat status kualitas premiumnya, buah ini tidak hanya mendominasi pasar domestik, tetapi juga sangat dinikmati di negara-negara Asia lainnya, terutama di Singapura dan China yang menjadi pasar ekspor terbesar.
Dalam dunia kuliner, Musang King umumnya dikonsumsi secara langsung dalam kondisi segar untuk menikmati keaslian rasanya.
Namun, fleksibilitas tekstur dagingnya yang creamy membuat varietas ini juga sering diolah menjadi berbagai hidangan penutup kelas atas, mulai dari es krim, berbagai jenis kue, hingga pastri premium.
Mengapa Mendapat Rating Buruk?
Masuknya Musang King ke dalam daftar buah dengan rating terendah versi TasteAtlas kemungkinan bukan disebabkan oleh kualitas buah yang rendah, melainkan karena karakteristik durian itu sendiri yang sangat polarisatif atau memicu perbedaan pendapat yang tajam.
Bagi mereka yang sudah terbiasa dan menyukai durian, Musang King adalah standar emas dan dianggap sebagai produk premium yang tiada banding.
Namun, bagi orang yang tidak terbiasa dengan buah tropis ini, aroma yang sangat tajam, rasa yang terlalu kuat, serta tekstur yang sangat kental dan sedikit pahit justru bisa memberikan pengalaman kuliner yang terasa ekstrem dan tidak menyenangkan.
Hal inilah yang diduga membuat rata-rata penilaian dari pengguna global menjadi rendah, karena kontrasnya persepsi antara pencinta durian dan masyarakat awam internasional.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar