Periskop.id - Kecelakaan pesawat domestik menghantam wilayah North Andros, Bahama, akhir pekan lalu. Seluruh 10 orang di dalam pesawat itu dilaporkan tewas, termasuk beberapa musisi dan seorang DJ.

Serikat Musisi dan Penghibur Bahama mengonfirmasi sejumlah korban merupakan anggota komunitas hiburan setempat. Organisasi itu menyebutkan, korban termasuk personel The Pond Band beserta seorang DJ yang selama ini aktif berkarya di industri hiburan Bahama.

"Di antara yang meninggal dunia adalah beberapa anggota komunitas hiburan kami yang berbakat dan bersemangat, termasuk anggota The Pond Band dan seorang DJ," tulis Serikat Musisi dan Penghibur Bahama dalam pernyataan di X.

Serikat pekerja itu menegaskan, karya dan dedikasi para korban telah memberi sumbangsih besar bagi perkembangan budaya di Bahama. Semangat dan kesenian mereka disebut turut memperkaya tatanan budaya negara kepulauan tersebut.

Pesawat nahas itu lepas landas dari Bandara Internasional Lynden Pindling di Nassau menuju San Andros sehari sebelum insiden terjadi. Otoritas Investigasi Kecelakaan Pesawat Bahama menyebutkan, lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan North Andros, sebelah barat ibu kota Nassau.

Menyusul kecelakaan tersebut, pemerintah Bahama langsung menghentikan sementara seluruh operasi penerbangan maskapai Flamingo Air. Langkah itu diambil sebagai antisipasi selama proses investigasi masih berjalan.

Kementerian Energi, Utilitas, dan Penerbangan Bahama menegaskan, penangguhan sertifikat operator Flamingo Air bersifat sementara. Penghentian ini merupakan tindakan pencegahan keselamatan hingga penyebab kecelakaan terungkap.

Menurut kementerian, keputusan tersebut diambil setelah dua insiden keselamatan terjadi pada hari yang sama. Menteri Energi, Utilitas, dan Penerbangan JoBeth Coleby-Davis memaparkan, insiden pertama terjadi pada Jumat pagi ketika pesawat Flamingo Air yang menuju Mayaguana mengalami kendala teknis.

"Pilot melaporkan adanya masalah dan memutuskan kembali ke Nassau," ujar Coleby-Davis dalam konferensi pers.

Coleby-Davis menguraikan, pesawat itu berhasil mendarat dan seluruh penumpangnya sempat dievakuasi. Namun, pesawat tersebut kemudian terbakar di darat setelah proses evakuasi selesai.

Peristiwa kebakaran itu kini turut diselidiki bersama kasus kecelakaan fatal yang menewaskan 10 orang. Pihak berwenang Bahama masih mendalami penyebab pasti dari kedua insiden tersebut.

Seluruh operasi Flamingo Air tetap dihentikan sementara sampai penyelidikan tuntas demi memastikan keselamatan penerbangan di Bahama.