Periskop.id - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi menegaskan kondisi keamanan di Arab Saudi tetap terjaga di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia memastikan masyarakat Indonesia yang akan menunaikan ibadah umrah tidak perlu merasa cemas.

Menurutnya, situasi di Arab Saudi tetap stabil sehingga aktivitas masyarakat maupun kunjungan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berjalan seperti biasa.

Penegasan itu disampaikan Al Amoudi saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Senin (13/7).

"Alhamdulillah, Arab Saudi stabil, baik di masa lalu, saat ini, maupun di masa mendatang. Seratus persen aman, baik bagi warga negara Saudi, penduduk yang tinggal di Saudi, maupun para pengunjung," kata Al Amoudi dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan tidak ada alasan bagi calon jemaah haji maupun umrah asal Indonesia untuk mengkhawatirkan kondisi keamanan di Arab Saudi. Menurutnya, situasi di negara tersebut tetap kondusif.

Al Amoudi juga menyampaikan konektivitas penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi masih berlangsung normal. Ia mengatakan setiap hari tersedia lima penerbangan langsung yang dioperasikan maskapai Saudia, sementara sejumlah maskapai lain tetap melayani rute menuju Jeddah melalui transit.

"Mereka tidak perlu khawatir. Alhamdulillah, Arab Saudi sangat aman," ucapnya.

Selain membahas keamanan, Al Amoudi mengatakan hubungan Indonesia dan Arab Saudi terus berkembang menjadi kemitraan strategis di berbagai sektor. Menurutnya, kerja sama kedua negara kini mencakup bidang transportasi dan logistik.

Ia menilai Indonesia dan Arab Saudi sama-sama memiliki komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral melalui berbagai bentuk kolaborasi pada masa mendatang.

Di sisi lain, ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah terjadi saling balas serangan antara Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan tersebut menjadi perhatian internasional.

Berdasarkan pernyataan Iran, negara itu pada Minggu melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target di Iran.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan terbaru dilakukan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran yang disebut dapat mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

"Semuanya berjalan dengan baik di Arab Saudi," tutup Al Amoudi.