315 Ribu Warga RI Kerja di Luar Negeri, Separuhnya Pilih Malaysia
BPS mencatat 315,1 ribu warga RI pernah bekerja di luar negeri, dengan Malaysia menjadi tujuan utama bagi separuh pekerja.

Periskop.id - Sektor ketenagakerjaan luar negeri masih menjadi salah satu pilihan utama bagi sebagian penduduk Indonesia untuk mencari mata pencaharian.
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat ada sebanyak 315,1 ribu penduduk berusia 15 tahun ke atas yang pernah bekerja di luar negeri dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Dari total jumlah tersebut, BPS mencatat sejumlah negara tetangga dan kawasan Timur Tengah masih mendominasi sebagai destinasi favorit bagi para pekerja asal Indonesia.
Negara Tujuan Kerja
Negeri jiran Malaysia menjadi destinasi terbesar dengan menampung lebih dari separuh total pekerja Indonesia di luar negeri. Sebanyak 159,4 ribu orang atau setara 50,6% memilih Malaysia sebagai tempat bekerja.
Di urutan kedua, Arab Saudi mencatatkan jumlah sebanyak 48,6 ribu orang atau menyumbang 15,4%. Sementara itu, Taiwan berada di posisi ketiga dengan total 25,1 ribu pekerja atau 8,0 %.
Berikut adalah rincian data negara tujuan pekerja Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas dalam kurun waktu lima tahun terakhir berdasarkan data BPS:
| Negara Tujuan | Jumlah (dalam Ribuan) | Persentase (%) |
|---|---|---|
| Malaysia | 159,4 | 50,6 |
| Arab Saudi | 48,6 | 15,4 |
| Taiwan | 25,1 | 8,0 |
| Singapura | 16,2 | 5,1 |
| Jepang | 10,6 | 3,4 |
| Negara Lainnya | 55,2 | 17,5 |
| Total | 315,1 | 100,0 |
Karakteristik Demografi Pekerja Luar Negeri
Selain memetakan negara tujuan, data Sakernas BPS 2025 juga memaparkan profil dan karakteristik demografi dari penduduk Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri.
Dari sisi jenis kelamin, mayoritas pekerja berjenis kelamin laki-laki dengan proporsi mencapai 58,8%. Sementara berdasarkan tingkat pendidikan formal, porsi terbesar yakni 59,6% pekerja memiliki latar belakang pendidikan di bawah jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Jika ditinjau dari aspek usia, kelompok usia produktif mendominasi deretan pekerja ini. Sebanyak 36,8% pekerja berada pada rentang usia 25 hingga 34 tahun. Adapun dari status pernikahan, sebagian besar atau sekitar 70,3% pekerja tercatat sudah berstatus kawin.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai pekerja migran, dan pekerja migran indonesia (PMI) dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.