iklan periskop
Keuangan

Tekan Kebocoran PAD, Tito Minta BI Bikin Sistem Digital Mirip QRIS

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengembangkan sistem digital serupa QRIS untuk membantu pemerintah daerah memungut Pendapatan Asli...

9 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Tekan Kebocoran PAD, Tito Minta BI Bikin Sistem Digital Mirip QRIS
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian Saat ditemui Wartawan di Acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE),Jumat (31/10).Foto oleh Periskop/Maria Jessica Elvira Marus
Ukuran teks
Sedang

periskop.id  - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk mengembangkan sistem digital serupa Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) guna membantu pemerintah daerah memungut Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Tito, sistem terpadu di daerah sangat dibutuhkan untuk menutup celah kebocoran pendapatan dan memastikan pajak serta retribusi masyarakat benar-benar masuk ke kas pemerintah daerah.

“Melalui peluncuran Digital Katalis P2DD ini, saya harap Bapak Gubernur BI bisa membuat sistem mirip QRIS untuk memungut PAD yang selama ini tidak terpungut atau bocor,” ujar Tito di Jakarta, dikutip Sabtu (1/11).

Ia menambahkan, penerapan sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah berbasis digital dapat meningkatkan transparansi sekaligus menjamin keamanan seluruh setoran pajak.

Tito menjelaskan, sistem tersebut dapat diinisiasi oleh Bank Indonesia, sementara Kementerian Dalam Negeri berperan dalam mengintegrasikan pemerintah daerah agar terhubung dengan platform tersebut. Pemanfaatan sistem mirip QRIS dalam pemungutan PAD diyakini bisa menekan potensi kebocoran sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Sebagai contoh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, telah lebih dulu menerapkan digitalisasi keuangan dengan menghubungkan sistem pajak restoran dan hotel langsung ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Namun, Tito menyoroti masih banyak daerah yang belum mengadopsi sistem digital dan masih mengandalkan cara manual, sehingga berisiko menimbulkan kebocoran.

Ia pun berharap Bank Indonesia dapat segera merealisasikan sistem PAD digital tersebut. Pemerintah, kata Tito, akan mendorong seluruh daerah untuk beralih ke sistem pembayaran dan penerimaan PAD berbasis digital di masa mendatang.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), QRIS, Tito Karnavian, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.