periskop.id - Bank Indonesia (BI) semakin serius membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Tanah Air melalui Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), sebuah inisiatif yang dirancang untuk menjawab tantangan transformasi digital sekaligus membuka peluang baru bagi talenta lokal.

Tahun 2026, BI menargetkan 3.000 peserta untuk bergabung, naik signifikan dari capaian tahun sebelumnya yang melibatkan 2.700 partisipan dan menghasilkan 743 proposal inovasi. Deputi Gubernur BI Dicky Kartikoyono, menyebut antusiasme peserta terus meningkat setiap tahun.

"Tahun lalu kami memperoleh 743 proposal. Tahun ini, kami optimistis jumlahnya akan bertambah seiring semakin banyaknya talenta digital yang ingin berinovasi,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Pusat Bank Indonesia (BI),Jakarta Senin (23/2).

Dicky mengatakan PIDI lahir untuk menjawab dua tantangan utama. Pertama, pemenuhan kebutuhan industri. Melalui PIDI BI memberikan akses pelatihan intensif dan pendampingan pembangunan pilot project, sehingga setiap inovasi tidak hanya berhenti di konsep, tetapi dapat diuji dan diterapkan langsung dalam konteks bisnis dan teknologi yang nyata.

Selanjutnya, kedua PIDI berfokus pada penciptaan lapangan kerja dan pengembangan talenta digital. BI membangun talent poolmelalui program sertifikasi berjenjang yang memadukan keterampilan teknis dengan kemampuan kewirausahaan. Tujuannya yakni mencetak talenta yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu membangun startup mandiri dan mendorong inovasi berbasis digital.

"Nantinya peserta tidak hanya dibekali hard skill teknis tetapi juga kemampuan kewirausahaan agar mampu membangun startup secara mandiri," sambungnya.

Adapun, salah satu program unggulan PIDI adalah Digdaya (Digital Talent Berdaya dan Berkarya), rangkaian pelatihan yang dirancang sistematis sebelum peserta mengikuti kompetisi hackathon.

"Pelatihan ini nantinya dibagi beberapa tahap, mulai dari Essential Level bagi pemula, Practitioner Level bagi yang sudah mahir, hingga Capstone Project sebagai puncak, memastikan setiap peserta siap bersaing dan menghasilkan proyek yang matang," jelas Dicky.

Melalui PIDI, BI tidak hanya membangun inovasi digital, tetapi juga menciptakan ekosistem yang sinergis antara industri, talenta, dan peluang ekonomi. Dengan langkah ini, diharapkan akan lahir generasi inovator baru, startup produktif, dan talenta digital yang siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

"PIDI menjadi lebih dari sekadar program pelatihan ia menjadi wadah transformasi digital yang nyata, strategis, dan berkelanjutan bagi Indonesia," tutup Dicky.