periskop.id - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan jumlah uang yang beredar atau M0 pada Februari 2026 melonjak signifikan, mencapai 13,3% secara year on year. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2026 yang tercatat hanya sebesar 11,0% secara yoy.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kenaikan ini sebagian besar dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat akan uang kartal menjelang periode Ramadhan dan Idulfitri 2026.
"Pertumbuhan M0 pada Februari 2026 dipengaruhi oleh meningkatnya pertumbuhan uang kartal seiring dampak kebutuhan uang beredar pada periode Ramadhan dan Idulfitri," ucap Perry dalam Konferensi Pers Hasil RDG BI secara online, Selasa (17/3).
Menurutnya, tradisi penarikan dan penyiapan uang tunai untuk konsumsi dan berbagai kebutuhan hari raya membuat permintaan uang kartal naik secara signifikan, mendorong pertumbuhan M0 ke level yang lebih tinggi.
"Pertumbuhan M0 juga didorong oleh langkah-langkah ekspansi fiskal dan strategi operasi moneter Bank Indonesia," sambungnya
Tak hanya M0, dari sisi faktor yang mempengaruhinya pertumbuhan M2 juga menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, pertumbuhan M2 meningkat menjadi 10,0% secara tahunan lebih besar dari bulan Desember 2025 yang hanya 9,6% (yoy). Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat dan meningkatnya penyaluran kredit oleh perbankan.
Sejalan dengan itu, Perry mengklaim pertumbuhan uang yang beredar akan terus dikelola secara hati-hati. Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan Pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara likuiditas dan stabilitas harga, sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.
"Ke depan, BI akan terus menyesuaikan langkah-langkah operasional moneter dengan kebutuhan fiskal, sehingga pertumbuhan uang beredar tidak hanya mendukung konsumsi masyarakat, tetapi juga investasi dan aktivitas ekonomi lainnya,” pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar